MAL – Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan Indonesia. Masalahnya, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Saat keluhan mulai muncul, banyak orang menganggapnya sebagai batuk biasa, infeksi saluran pernapasan, efek merokok, atau kelelahan sehingga pemeriksaan medis sering tertunda.

Menurut data GLOBOCAN 2024 yang dirangkum International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker paru diperkirakan menjadi kanker yang paling banyak didiagnosis di dunia dengan sekitar 2,64 juta kasus baru dan 1,86 juta kematian. Di Indonesia, jumlah kasus baru kanker paru diperkirakan mencapai 58.446 kasus dengan 53.323 kematian.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa kanker paru pada tahap awal sering tidak menimbulkan tanda khusus.

“Pada tahap awal, kanker paru-paru tidak menyebabkan gejala apa pun,” demikian keterangan dalam materi edukasi Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Meski demikian, ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai apabila muncul terus-menerus, semakin berat, atau disertai faktor risiko tertentu.

Mengapa Gejala Kanker Paru Sering Tidak Disadari?

Gejala kanker paru sering menyerupai penyakit yang jauh lebih umum, seperti flu, bronkitis, asma, infeksi saluran pernapasan, hingga efek merokok. Akibatnya, banyak orang tidak segera memeriksakan diri.

Pada perokok, misalnya, perubahan pola batuk sering dianggap sebagai “batuk perokok” biasa. Padahal, batuk yang berubah karakter, semakin sering, atau disertai keluhan lain perlu mendapat perhatian lebih.

Kanker paru juga dapat ditemukan secara tidak sengaja ketika seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan untuk masalah kesehatan lain.

Tujuh Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

  1. Batuk yang Menetap atau Semakin Berat

Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul pada penderita kanker paru. Keluhan ini dapat berupa batuk kering maupun berdahak.

Tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

• Batuk berlangsung terus-menerus.
• Tidak membaik setelah pengobatan umum.
• Menjadi lebih sering atau lebih berat.
• Pola batuk berubah pada perokok.
• Disertai nyeri dada atau sesak napas.

Kementerian Kesehatan juga menyebut salah satu gejala yang dapat muncul adalah “Batuk berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah.”

  1. Batuk Berdarah

Batuk berdarah merupakan gejala yang tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini dapat berupa dahak bercampur darah, darah merah segar, atau dahak berwarna kemerahan.

Batuk berdarah memang tidak selalu berarti kanker paru karena dapat terjadi pada tuberkulosis, bronkitis berat, pneumonia, maupun kondisi lain. Namun, pemeriksaan medis diperlukan terutama jika perdarahan terjadi berulang atau disertai sesak napas dan nyeri dada.

  1. Sesak Napas yang Makin Memburuk

Sesak napas dapat terjadi ketika tumor mengganggu saluran pernapasan, menurunkan fungsi paru, atau menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru.

Kondisi yang perlu diwaspadai antara lain:

• Napas terasa lebih pendek saat beraktivitas.
• Sesak semakin berat dari waktu ke waktu.
• Sesak muncul saat beristirahat.
• Disertai batuk atau nyeri dada.

Kementerian Kesehatan juga mencantumkan gejala berupa “Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada.”

  1. Nyeri Dada, Punggung, atau Bahu

Kanker paru dapat menyebabkan nyeri apabila memengaruhi dinding dada, saraf, tulang rusuk, atau jaringan di sekitar paru.

Nyeri yang perlu diperhatikan biasanya bersifat menetap, berulang, memburuk saat batuk, atau menjalar ke punggung dan bahu.

Meski demikian, nyeri dada juga dapat disebabkan oleh gangguan jantung, otot, saraf, maupun sistem pencernaan sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.

  1. Suara Serak Berkepanjangan

Perubahan suara menjadi parau, berat, atau terdengar lemah dapat terjadi apabila tumor atau pembesaran kelenjar getah bening memengaruhi saraf yang mengatur pita suara.

Suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu, muncul berulang, atau disertai batuk kronis dan kesulitan menelan sebaiknya diperiksakan ke tenaga kesehatan.

  1. Berat Badan dan Nafsu Makan Menurun Tanpa Sebab Jelas

Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat menjadi tanda berbagai penyakit, termasuk kanker paru.

Kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

• Berat badan turun tanpa perubahan pola makan.
• Nafsu makan menurun dalam waktu lama.
• Tubuh terasa lemah.
• Massa otot berkurang.
• Disertai batuk atau sesak napas.

  1. Infeksi Paru atau Saluran Pernapasan Berulang

Pneumonia atau bronkitis yang berulang, terutama pada lokasi paru yang sama, dapat terjadi apabila terdapat hambatan pada saluran napas sehingga lendir dan kuman mudah terperangkap.

Gejala yang patut dicermati meliputi batuk yang tidak kunjung hilang setelah pengobatan, demam berulang, serta infeksi yang hanya membaik sementara sebelum muncul kembali.

Gejala Lain yang Bisa Muncul

Selain tujuh gejala utama tersebut, kanker paru juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti mengi, kelelahan berat, jari tabuh, pembengkakan wajah atau leher, sulit menelan, sakit kepala, gangguan saraf, hingga nyeri tulang.

Namun, gejala-gejala tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya kanker paru karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis lainnya.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Risiko kanker paru lebih tinggi pada:

• Perokok aktif.
• Mantan perokok.
• Orang yang sering terpapar asap rokok.
• Pekerja yang terpapar asbes, silika, arsenik, kromium, nikel, atau asap diesel.
• Orang yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggi.
• Individu dengan riwayat keluarga kanker paru.
• Orang dengan penyakit paru kronis tertentu.

Meski demikian, kanker paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), “Lung cancer is the leading cause of cancer cases and deaths worldwide.”

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, WHO menyatakan kanker paru merupakan penyebab utama kasus kanker dan kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan apabila batuk berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, suara serak bertahan lebih dari dua minggu, sesak napas semakin berat, berat badan turun tanpa sebab jelas, atau infeksi paru berulang.

Sementara itu, pertolongan medis darurat diperlukan apabila seseorang mengalami batuk darah dalam jumlah banyak, sesak napas berat saat beristirahat, bibir membiru, nyeri dada hebat, pingsan, kebingungan, atau pembengkakan wajah dan leher yang muncul cepat.

Perlu diingat, tidak ada satu gejala pun yang dapat memastikan seseorang menderita kanker paru. Diagnosis memerlukan pemeriksaan dokter, pencitraan seperti rontgen atau CT scan, serta pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan. Karena itu, keluhan yang menetap atau memburuk sebaiknya tidak diabaikan.