SIGI, MAL – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, HS. Mohsen Alaydrus, mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan pada peringatan Haul ke-5 Alhabib Saggaf bin Muhammad Aljufri yang digelar di Kompleks Alkhairaat Madinatul Ilmi, Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (08/08).

Momentum ini diharapkan menjadi fondasi untuk transformasi organisasi Alkhairaat.

HS. Mohsen Alaydrus menekankan bahwa peringatan haul tidak hanya sekadar kegiatan rutin tahunan. Lebih dari itu, momentum Haul harus menjadi ruang untuk menggali dan menghayati kembali pesan serta nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu Alkhairaat.

“Jangan kita jadikan ini hanya sebagai rutinitas. Mari kita renungkan nilai-nilai yang telah diperjuangkan dan kita refleksikan dalam kehidupan kita,” kata HS. Mohsen Alaydrus.

Ia mengatakan, nilai-nilai tersebut penting diterapkan oleh seluruh keluarga besar Alkhairaat, khususnya Abnaul Khairaat, termasuk para pengurus dan kader yang berada di berbagai daerah dalam menjalankan perjuangan organisasi.

Mohsen juga menerangkan bahwa peringatan Haul ke-5 Alhabib Saggaf memiliki makna strategis karena berdekatan dengan momentum Milad ke-99 Alkhairaat. Dengan usia tersebut, Alkhairaat hanya tinggal selangkah lagi menuju satu abad perjalanan perjuangannya, menjadikan ini kesempatan tepat untuk refleksi dan transformasi organisasi Alkhairaat.

“Alkhairaat sekarang sudah berada di tahun ke-99. Satu tahun lagi Alkhairaat menuju satu abad. Ini menjadi kesempatan yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus momentum untuk melakukan transformasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai organisasi yang selama ini dikenal bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan, Alkhairaat perlu terus beradaptasi menghadapi perkembangan zaman.

Menurut Mohsen, transformasi organisasi Alkhairaat diperlukan agar Alkhairaat tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan kontribusi bagi kesejahteraan umat dan bangsa.

“Sudah saatnya Alkhairaat bertransformasi menjadi organisasi yang kuat dan mampu mensejahterakan umat serta memberikan kontribusi bagi bangsa,” tegas HS. Mohsen Alaydrus.

Di tengah dinamika organisasi, ia mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat untuk tetap menjaga kultur dan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu. Ia menguraikan dinamika dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, namun hal tersebut tidak boleh menghilangkan identitas dan nilai dasar yang menjadi fondasi Alkhairaat.

“Marilah kita berkomitmen untuk selalu menjaga Alkhairaat dan menjaga kultur Alkhairaat. Insyaallah, apa yang telah diwariskan para pendahulu kepada kita dapat kita jaga dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Mohsen juga mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat menjaga kesinambungan kepemimpinan dan nilai perjuangan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Ia menyebut kepemimpinan dan perjuangan yang diwariskan Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, kepada generasi penerus hingga kepemimpinan Alkhairaat saat ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama.

“Apapun dinamika yang terjadi di dalam organisasi, semua itu tidak akan berarti apabila kita memiliki kekuatan, sistem, dan kultur yang kuat dalam menjaga serta mewariskan nilai-nilai Alkhairaat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Mohsen mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kekuatan kepada seluruh keluarga besar Alkhairaat, khususnya Ketua Utama Alkhairaat, HS. Alwi bin Saggaf Aljufri, yang saat ini memimpin organisasi tersebut.

“Semoga Allah SWT selalu memberkati kita semua, khususnya Ketua Utama yang saat ini memimpin Alkhairaat dan memimpin kita semua,” tutupnya.