PALU, MAL – Nurhanisa (23), korban selamat dalam kasus dugaan pembunuhan di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif dan operasi di RSUD Undata Palu, Rabu (5/8).
Kasi Humas Polresta Palu, AIPTU I Kadek Aruna, mengatakan korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 Wita.
“Korban meninggal dunia sekitar pukul 15.00 Wita di RSUD Undata. Selanjutnya jenazah dibawa pihak keluarga ke Palopo untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ujar Kadek.
Sebelum meninggal, Nurhanisa sempat menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Bhayangkara Palu akibat luka berat yang dideritanya. Kondisinya kemudian dirujuk ke RSUD Undata Palu untuk menjalani operasi.
Namun, setelah menjalani operasi, Nurhanisa tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dengan meninggalnya Nurhanisa, jumlah korban tewas dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut bertambah menjadi tiga orang, yakni suaminya, anak perempuan mereka yang masih berusia sekitar dua tahun, serta Nurhanisa.
Peristiwa tragis itu terjadi, Ahad (26/7) malam di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Saat kejadian, suami dan anak Nurhanisa ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan luka serius, sedangkan Nurhanisa ditemukan dalam kondisi kritis dan sempat mendapat perawatan intensif.
Hingga kini, Satreskrim Polresta Palu masih memburu terduga pelaku berinisial Aan Kurniawan. Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa sedikitnya sembilan saksi untuk mengungkap motif dan kronologi kasus tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial serta menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan perkara.
