PALU, MAL – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, HE. Abdullah Salem Al Dhaheri, melakukan kunjungan ke kompleks perguruan Alkhairaat pusat, di Palu, Selasa (04/08).
Kedatangan Dubes UEA disambut hangat oleh Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri dan para petinggi organisasi, bertujuan untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kelembagaan Alkhairaat serta dampaknya.
Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruangan kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat itu menjadi ajang bagi pihak Dubes untuk mendalami sejarah dan peran Alkhairaat.
Organisasi ini didirikan oleh ulama besar Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang mengembangkan sayapnya melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia Timur.
“Alkhairaat sudah sampai menyebar ke sejumlah daerah dan di Provinsi Papua juga telah ada,” kata Ketua Utama Alkhairaat Sayid Habib Alwi bin Saggaf Aljufri.
Dalam pertemuan ini, Dr. Salim Aljufri yang turut mendampingi rombongan kedutaan, menjelaskan lebih rinci tentang kiprah lembaga. Ia menekankan bahwa Alkhairaat secara konsisten mendukung program-program yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia dalam pembangunan negara.
Sejumlah penjelasan yang disampaikan membuat pihak Dubes UEA sangat terkesan dengan luasnya jangkauan Alkhairaat yang memiliki ribuan cabang pendidikan tersebar di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus juga menginformasikan bahwa Alkhairaat akan merayakan usia satu Abad pada tahun 2027 mendatang.
“Dari beberapa penjelasan yang dia sampaikan, beliau sangat kagum dengan Alkhairaat dan sangat senang berada di Alkhairaat,” kata Zainudin Tambuala, yang turut hadir dalam pertemuan itu.
Setelah kunjungan, Dubes UEA beserta rombongan diajak untuk melihat langsung kompleks Alkhairaat secara lebih dekat.
