MAL – Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi fitur utama dalam smartphone premium. Tidak hanya membantu mengedit foto atau menerjemahkan bahasa secara real-time, perangkat terbaru pada 2026 juga mampu menjalankan berbagai tugas produktivitas yang sebelumnya identik dengan laptop. Pertanyaannya, apakah kemampuan tersebut sudah cukup untuk membuat laptop tidak lagi dibutuhkan?
Perkembangan AI on-device menjadi salah satu pendorong utama perubahan ini. Smartphone terbaru kini dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga lebih dari 45 TOPS (Trillion Operations Per Second), memungkinkan berbagai proses AI berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada internet.
Di saat yang sama, survei Huawei pada Juli 2026 menunjukkan 92 persen profesional Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Kondisi ini membuat persaingan antara smartphone, tablet, dan laptop semakin menarik untuk dicermati.
Daftar HP AI Terbaik 2026
Persaingan produsen teknologi membuat fitur AI menjadi salah satu faktor utama dalam memilih smartphone. Berikut beberapa perangkat yang banyak direkomendasikan sepanjang 2026 berdasarkan kemampuan AI, performa, dan integrasi fitur produktivitas.
| Peringkat | Smartphone | Fitur AI Unggulan |
|---|---|---|
| 1 | Samsung Galaxy S26 Ultra | Galaxy AI, Live Translation, AI Photo Editing, DeX Mode |
| 2 | iPhone 17 Pro Max | Apple Intelligence, Siri Generatif, Transkripsi Suara |
| 3 | Google Pixel 10 Pro | Magic Editor, Live Translate, AI Summary |
| 4 | Samsung Galaxy Z Fold 7 | Multi-Window AI, AI Task Management |
| 5 | OnePlus 15 | AI Boost, Smart Assistant |
| 6 | vivo X100 Pro | AI Photography, Video Enhancement |
| 7 | OPPO Reno12 Pro 5G | AI Portrait, Smart Capture |
| 8 | Xiaomi 15 Ultra | AI Leica Camera, HyperOS AI |
| 9 | Honor Magic 7 Pro | AI Eye Tracking, Smart Gesture |
| 10 | realme GT 6 Pro | AI Gaming Boost, Smart Assistant |
Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max masih menjadi dua perangkat yang paling sering disebut dalam kategori flagship AI. Keduanya menawarkan integrasi AI yang menyentuh hampir seluruh fungsi perangkat, mulai dari komunikasi, fotografi, hingga produktivitas.
Sementara itu, Google Pixel 10 Pro tetap menjadi salah satu acuan untuk fitur AI berbasis perangkat lunak dengan kemampuan pengolahan gambar dan bahasa yang kuat.
Subjudul: Mengapa Smartphone AI Semakin Mendekati Laptop?
Kemajuan chipset menjadi alasan utama. Chip seperti Apple A19 Pro, Qualcomm Snapdragon 8 Gen 4, MediaTek Dimensity 9300 dan 9400, serta Google Tensor G5 memungkinkan smartphone menjalankan tugas AI yang sebelumnya membutuhkan perangkat dengan daya komputasi lebih besar.
Fitur yang kini tersedia secara umum meliputi:
Terjemahan bahasa secara real-time.
Ringkasan dokumen otomatis.
Transkripsi suara ke teks.
Pengeditan foto dan video berbasis AI.
Asisten digital generatif.
Bantuan penulisan email dan dokumen.
Pencarian informasi kontekstual.
Beberapa smartphone juga menawarkan mode desktop seperti Samsung DeX dan Huawei Desktop Mode yang memungkinkan perangkat dihubungkan ke monitor eksternal untuk menghasilkan pengalaman yang menyerupai komputer pribadi.
Menurut analisis teknologi yang dipublikasikan pada akhir 2025, smartphone kini berkembang menjadi komputer berbasis AI yang mampu menangani pekerjaan yang dulu membutuhkan laptop.
“From video editing, content creation, email writing, voice transcription, real-time translation, coding assistance, and productivity tasks, today’s AI phones can handle work that once required a MacBook or Windows laptop,” demikian analisis tersebut.
Apa yang Masih Membuat Laptop Unggul?
Meski kemampuan smartphone meningkat pesat, pengujian yang dipublikasikan pada 23 Juli 2026 menunjukkan laptop masih unggul dalam sejumlah aspek penting.
Dalam pengujian selama delapan jam kerja, perangkat tablet AI dan laptop tipis dibandingkan untuk berbagai aktivitas produktivitas.
Hasilnya menunjukkan laptop masih lebih kuat dalam:
Spreadsheet dengan ribuan baris data.
Coding dan pengembangan perangkat lunak.
Manajemen file kompleks.
Multitasking berat.
Daya tahan baterai untuk pekerjaan intensif.
“Laptop tipis masa kini sanggup bertahan hingga belasan jam kerja tanpa perlu terhubung ke pengisi daya,” demikian hasil pengujian tersebut.
Pengujian yang sama juga menemukan bahwa sistem operasi desktop seperti Windows 11 dan macOS masih lebih efisien dibanding sistem operasi mobile ketika harus menangani banyak aplikasi sekaligus.
“Meskipun sistem operasi tablet modern seperti iPadOS dan Android telah memperbarui fitur windowing, pengujian menunjukkan bahwa laptop tipis ber-OS Windows 11 maupun macOS masih memegang kendali penuh dalam efisiensi multitasking berat,” tulis laporan tersebut.
ChatGPT di HP atau Laptop, Mana yang Lebih Nyaman?
Perbedaan juga terlihat ketika menggunakan layanan AI generatif seperti ChatGPT.
Pada smartphone, mobilitas menjadi keunggulan utama. Pengguna dapat dengan cepat mencari informasi, membuat ringkasan, menerjemahkan teks, atau menghasilkan ide tanpa harus membuka laptop.
Namun, layar yang lebih kecil membuat aktivitas membaca dokumen panjang dan meninjau percakapan menjadi kurang nyaman dibanding laptop.
Laptop menawarkan layar yang lebih luas, keyboard fisik, dan kemampuan membuka banyak jendela sekaligus. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk pekerjaan seperti menulis artikel, menyusun laporan panjang, melakukan riset, atau coding.
“Jika ingin mobilitas tinggi dan akses cepat, HP adalah pilihan terbaik. Jika butuh kenyamanan mengetik, layar lebar, dan multitasking, laptop jelas lebih unggul. Banyak pengguna bahkan memilih untuk mengombinasikan keduanya,” demikian panduan penggunaan perangkat yang dipublikasikan pada 2025.
Apakah Smartphone AI Sudah Bisa Menggantikan Laptop?
Data yang tersedia menunjukkan jawabannya masih bergantung pada kebutuhan pengguna.
Untuk pekerjaan yang berfokus pada komunikasi, rapat, pembuatan konten ringan, pengelolaan media sosial, penerjemahan, transkripsi, serta penggunaan AI generatif sehari-hari, smartphone AI modern sudah mampu mengambil sebagian besar fungsi laptop.
Sebaliknya, untuk pekerjaan yang membutuhkan multitasking intensif, pengolahan data besar, pengembangan perangkat lunak, atau manajemen dokumen kompleks, laptop masih menjadi perangkat yang lebih efektif.
Tren industri pada 2026 menunjukkan AI smartphone dan AI PC berkembang secara bersamaan dengan tingkat penetrasi yang telah melampaui 50 persen. Artinya, alih-alih saling menggantikan, kedua perangkat tersebut saat ini bergerak menuju peran yang semakin saling melengkapi.
Perkembangan AI membuat jarak kemampuan antara smartphone dan laptop semakin dekat. Namun hingga pertengahan 2026, laptop masih mempertahankan keunggulannya sebagai perangkat utama untuk produktivitas berat, sementara smartphone AI semakin kuat sebagai pusat komputasi mobile yang praktis dan fleksibel. ***
