POSO, MAL – Peta politik Kabupaten Poso kembali bergolak. Demisioner Ketua DPC PKB Poso Agustinus P.R Lengkoan resmi mengundurkan diri dari jabatan ketua sekaligus melepas status keanggotaannya dari partai.

Keputusan tersebut bukan diambil secara emosional, melainkan setelah melalui pertimbangan panjang.

Agustinus Lengkoan mengaku memilih mundur demi menjaga kehormatan perjuangan politik yang telah dibangun bersama para kader dan relawan selama bertahun-tahun.

“Saya menyatakan mengundurkan diri secara resmi dari jabatan Ketua DPC sekaligus dari keanggotaan Partai Kebangkitan Bangsa. Keputusan ini saya ambil dengan kesadaran penuh demi menjaga kehormatan perjuangan politik yang telah kami bangun bersama,” ujarnya kepada wartawan usai pelantikan pengurus DPC PKS Poso di Hotel Otanaha, Ahad (26/7).

Ia mengingatkan, saat menerima mandat memimpin DPC PKB Poso, partai tersebut telah dua dekade tidak memiliki wakil di DPRD Kabupaten Poso. Bersama seluruh pengurus, kader, dan relawan, mereka bekerja hingga akhirnya berhasil merebut kembali satu kursi legislatif pada Pemilu terakhir.

Namun, keberhasilan itu tidak diikuti dengan penghargaan dari struktur partai. Ia menilai kerja keras, pengorbanan, dan loyalitas kader di tingkat bawah justru diabaikan dalam dinamika politik pasca pemilu.

“Ketika keringat kader di bawah diabaikan dan etika serta profesionalitas dalam berpartai sudah tidak lagi dihormati, saya memilih mundur demi menjaga harga diri dan martabat seluruh tim yang telah berjuang bersama saya,” ucapnya.

Meski meninggalkan PKB, ia memastikan pengabdiannya di dunia politik tidak berhenti.

“Bersama basis massa dan para pendukung yang selama ini setia, kami akan menempuh langkah politik baru yang lebih menghargai kerja nyata dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, setelah resmi mengundurkan diri dari PKB, Agustinus Lengkoan memutuskan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Poso.

Kepindahan mantan Ketua DPC PKB itu dinilai menjadi sinyal munculnya poros baru yang patut diperhitungkan.