TOUNA, MAL – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) meneken kesepakatan dengan raksasa energi asal Dubai, PT Farmsent Energy, Ahad (19/04), untuk mengembangkan energi terbarukan.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Touna, menandai dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa di atas lahan 200 hektare.

Wakil Bupati Touna, Surya, menyebut kerja sama ini sebagai pendorong ekonomi baru, lebih dari sekadar investasi fisik. Dia menekankan pentingnya ketersediaan listrik stabil bagi masyarakat dan percepatan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Investasi ini harus transparan dan akuntabel. Fokus utamanya adalah ketersediaan listrik yang stabil untuk rakyat dan percepatan pertumbuhan UMKM. Kita siapkan lahan, kita pastikan regulasi aman, dan kita jemput kemakmuran,” kata Surya.

Perwakilan PT Farmsent Energy, Yog Shrusti Mirsha, melihat potensi besar di Touna yang belum tergarap optimal, terutama dalam pengembangan energi terbarukan. Ia menekankan bahwa kemandirian energi adalah kunci kemajuan daerah.

“Energi tidak boleh terus-menerus didatangkan dari luar jika bahan bakunya ada di sini. Kami datang tidak hanya membawa mesin, tapi membawa komitmen pendidikan. Kami akan berinvestasi pada SDM lokal agar 30 tahun ke depan, anak-anak muda Touna-lah yang memegang kendali atas teknologi dan industri energi mereka sendiri,” ujar Yog Shrusti Mirsha.

Proyek energi terbarukan ini dirancang dengan durasi investasi 30 tahun dan akan dikelola bersama Perusahaan Daerah (Perusda). Selain sektor energi, PT Farmsent Energy juga membidik integrasi industri pada sektor pertanian dan perikanan, komoditas unggulan daerah.

Saleh Ramli, salah satu inisiator kerja sama, menyatakan pengawasan keuangan akan dilakukan secara ketat dan profesional.

“Ini adalah harapan baru. Dengan listrik yang melimpah dan murah dari tenaga surya, sektor perikanan dan pertanian kita akan memiliki nilai tambah tinggi melalui proses hilirisasi industri,” kata Saleh Ramli. ***