SIGI, MAL – Di tengah kesibukan penanganan dampak gempa bumi, Permandian Air Panas Kadidia di Desa Kadidia, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, kini menjadi magnet baru bagi para relawan. Destinasi wisata alam ini menawarkan relaksasi setelah aktivitas kemanusiaan.
Lokasi Permandian Air Panas Kadidia sangat strategis, berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan beberapa desa di Nokilalaki. Area ini juga menjadi jalur penting menuju sentra produksi pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.
Permandian air panas ini memiliki dua kolam yang airnya bersumber langsung dari mata air panas alami, tampak jernih dan bersih. Udara pegunungan yang sejuk serta pemandangan alam yang masih asri menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati Permandian Air Panas Kadidia.
Keindahan objek wisata ini semakin lengkap dengan keberadaan sungai berair jernih yang mengalir di sela bebatuan alami tak jauh dari lokasi. Hamparan perkebunan warga yang mengelilingi kawasan permandian turut menghadirkan nuansa pedesaan yang menenangkan, menjadikan Permandian Air Panas Kadidia tempat ideal untuk melepas penat.
Setelah gempa bumi Magnitudo 6,7 yang menyebabkan kerusakan parah di sejumlah rumah warga di Kecamatan Nokilalaki, wilayah ini ramai didatangi berbagai relawan. Mereka berasal dari unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Di sela-sela padatnya aktivitas kemanusiaan, sejumlah relawan menyempatkan diri mengunjungi Permandian Air Panas Kadidia. Mereka menceburkan diri dalam kolam air panas sekadar menikmati dan menghilangkan lelah setelah perjalanan serta membantu warga yang terdampak bencana.
Salah satu relawan yang terkejut dengan keberadaan objek wisata ini adalah Ulumuddin, asal Kota Palu, yang mengaku baru mengetahuinya saat membawa bantuan di wilayah Nokilalaki.
“Saya baru tahu ada wisata air panas sebagus ini di Desa Kadidia. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan permandian yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah,” kata Ulumuddin, relawan asal Kota Palu, pada Ahad (21/06).
Menurut Ulumuddin, kombinasi sumber air panas alami, udara pegunungan yang sejuk, sungai yang masih alami, serta panorama perkebunan masyarakat merupakan modal dan daya tarik wisata kuat di Kabupaten Sigi.
Selain dua kolam renang, Permandian Air Panas Kadidia juga dilengkapi fasilitas seperti rumah panggung dan sejumlah gazebo untuk pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati keindahan alam ini.
Dengan potensi alam yang luar biasa, Permandian Air Panas Kadidia dinilai layak mendapat perhatian dan pengembangan lebih lanjut oleh Pemerintah Kabupaten Sigi. Diharapkan ini menjadi destinasi wisata berbasis alam yang mampu mendukung perekonomian masyarakat setempat dan memperkenalkan keindahan kawasan pegunungan Nokilalaki kepada wisatawan yang lebih luas.

