SIGI, MAL – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Klinik Rumah Sehat BAZNAS Palu membuka pos layanan kesehatan bagi penyintas gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Pada hari pertama pelaksanaan, tim medis mencatat sebanyak 116 warga penyintas telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, Kamis (18/6).
Kegiatan ini akan terus berlangsung selama status tanggap darurat gempa bumi masih diberlakukan.
Dalam layanan tersebut, Klinik Rumah Sehat BAZNAS Palu menurunkan lima orang tenaga medis yang melakukan pemeriksaan umum, penanganan keluhan kesehatan ringan, serta pemantauan kondisi warga di lokasi pengungsian.
Selain layanan kesehatan, BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana juga membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para penyintas yang masih bertahan di titik-titik pengungsian.
Koordinator lapangan Klinik Rumah Sehat BAZNAS Palu, Firman Dinansyah, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus hadir dalam penanganan darurat bencana, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“BAZNAS melalui Rumah Sehat terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat terdampak bencana. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir membantu masyarakat dalam kondisi darurat,” ujar Firman.
Ia menambahkan, keberadaan pos layanan kesehatan dan dapur umum diharapkan dapat membantu meringankan beban para penyintas serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami berharap layanan ini dapat membantu menjaga kondisi kesehatan warga tetap stabil dan mendukung proses pemulihan awal pascabencana. Sinergi dengan berbagai pihak juga terus kami lakukan agar penanganan dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
BAZNAS menyatakan akan terus menyesuaikan layanan di lapangan sesuai dengan perkembangan situasi dan kebutuhan warga terdampak, hingga masa tanggap darurat dinyatakan selesai.

