PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menekankan pentingnya menjaga aspek higienitas dan kualitas penyajian makanan dalam sektor jasa boga. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah ke-VI Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Rabu (20/5).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Penguatan UMKM dan Jasa Boga dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah” ini, Wagub menyoroti pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, kebersihan makanan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan harus diperhatikan oleh seluruh pelaku usaha.
“Saya sebagai tenaga kesehatan meminta agar aspek higienitas benar-benar menjadi perhatian utama. Program pemenuhan gizi sangat baik, tetapi penyajian makanan juga harus sehat, bersih, dan tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak,” ujarnya.
Wagub menilai Rakerda APJI ini strategis sebagai forum konsolidasi, evaluasi program kerja, dan perumusan kebijakan organisasi. Ia juga menyebut sektor jasa boga saat ini dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar.
“Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, sektor jasa boga dituntut terus bertransformasi. Pelayanan berkualitas, higienitas makanan, inovasi menu, pemanfaatan teknologi digital, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan,” katanya.
Selain itu, Wagub mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM kuliner yang mulai menghadirkan sajian dengan tampilan menarik, porsi praktis, serta pengembangan makanan khas daerah. Ia berharap anggota APJI tetap menjaga standar kebersihan dan pelayanan demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD APJI Sulawesi Tengah, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan bahwa APJI terus memperkuat sinergi internal dan kolaborasi dengan pemerintah serta mitra strategis. Salah satu program yang telah berjalan adalah pelatihan dan sertifikasi Chef de Partie untuk memenuhi kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dari 29 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 23 peserta dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan sertifikasi Chef de Partie. Sertifikasi ini sangat dibutuhkan bagi dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia,” jelas Imelda.
Sebagai langkah lanjutan, APJI Sulawesi Tengah merencanakan berbagai kegiatan pembinaan UMKM seperti demo memasak dan pelatihan pembuatan kue tradisional. Rakerda ini juga diisi dengan pameran yang diikuti 25 pelaku usaha termasuk lima UMKM disabilitas, sesi talkshow, serta dihadiri perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, dan Direksi PT. Bank Perekonomian Rakyat (BPR).**

