PALU — Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu menggelar Workshop Kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2026 di Aula Fakultas Agama Islam (FAI), Selasa (16/3).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman serta penyusunan kurikulum berbasis RPL guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan inklusif.
Workshop dibuka langsung oleh Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Muhammad Yasin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya implementasi RPL sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi.
“RPL ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memberikan pengakuan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh masyarakat di luar pendidikan formal,” ujarnya.
Workshop menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas implementasi dan pengembangan kurikulum RPL. Wakil Rektor I Universitas Alkhairaat, Dr. Ahsan Mardjudo, memaparkan kebijakan serta arah pengembangan akademik dalam penerapan RPL di lingkungan kampus.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Spetriani, menjelaskan teknis penyusunan kurikulum berbasis RPL serta implementasinya pada program studi.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Saiful Sudin, menguraikan aspek administrasi akademik serta prosedur pelaksanaan RPL di tingkat universitas.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan masukan terkait implementasi RPL di masing-masing program studi.
Workshop ditutup dengan komitmen civitas akademika UNISA Palu untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

