JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia jurnalisme Sulawesi Tengah. Situr Wijaya, wartawan sekaligus pemilik media Insulteng.id, meninggal dunia secara mendadak di Jakarta. Peristiwa tersebut kini sedang ditangani oleh Kepolisian Sektor Kebon Jeruk.

Pihak keluarga telah meminta aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian Situr dengan melakukan autopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, pada Sabtu (5/4).

Mewakili keluarga dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah, Heru selaku Ketua PWI Peduli Sulteng menyampaikan bahwa proses autopsi jenazah Situr Wijaya dilakukan pada pukul 10.00 WIB, dan disaksikan langsung oleh pihak kepolisian, rumah sakit, serta perwakilan keluarga.

“Pukul 10.00 WIB dijadwalkan pelaksanaan autopsi jenazah adik kami, Situr. Kami telah berkoordinasi dengan penyidik dari Polsek Kebon Jeruk terkait seluruh prosedur dan pelaksanaannya di RS Polri, Kramat Jati,” jelas Heru yang juga ditunjuk sebagai narahubung keluarga.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, jenazah diterbangkan ke Palu pada penerbangan pertama, Ahad (6/4). Setibanya di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, jenazah langsung dibawa ke Desa Bangga, tempat domisili istri almarhum, untuk dimakamkan.

“Setelah proses visum dan autopsi selesai, jenazah langsung kami bawa ke Palu. Pihak keluarga dari almarhum yang berada di Purworejo juga telah sepakat agar almarhum dimakamkan di kampung halaman istrinya, mengingat almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak,”kata Heru.

Pihak keluarga juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan media untuk tidak menyebarluaskan foto-foto jenazah almarhum saat ditemukan.

“Mohon agar tidak ada yang mengunggah atau mempublikasikan foto suami saya. Anak-anak saya trauma, kasihan. Kami sedang berduka atas musibah ini,” ujar Selvianti, istri almarhum.

Terkait proses hukum atas kematian Situr Wijaya, pihak keluarga masih menunggu hasil resmi dari visum dan autopsi.

“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah karena faktor medis, kami ikhlas dan menerimanya sebagai musibah. Namun, jika ditemukan indikasi tindakan yang melanggar hukum, maka kami akan melakukan pendampingan hukum secara menyeluruh hingga kasus ini terungkap,” tegas Heru.

Situr Wijaya (32), wartawan sekaligus pemilik Insulteng.id, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tengkurap di salah satu kamar hotel di Jakarta. Diduga, ia telah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan. Jenazahnya sempat berada di dalam ambulans selama 10 jam di halaman parkir salah satu rumah sakit di Jakarta, sebelum akhirnya dievakuasi oleh Polsek Kebon Jeruk pada Jumat malam (4/4) sekitar pukul 20.00 WIB dan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi.

Reporter : **/IKRAM