PALU, MAL – Universitas Terbuka (UT) Palu mewisuda 178 lulusan program magister, sarjana, dan diploma dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, Jumat (9/10/2026). Wisuda tersebut dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palu, Eka Komalasari.
Prosesi wisuda berlangsung di Universitas Terbuka Palu. Para lulusan secara resmi dilepas untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh serta berkontribusi bagi masyarakat.
Direktur UT Palu, Wijanarko, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras, ketekunan, pengorbanan, dan komitmen untuk terus belajar.
“Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, pengorbanan, serta semangat belajar yang luar biasa. Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wijanarko.
Ia menekankan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan bermasyarakat, dunia kerja, dan pembangunan daerah.
Wijanarko juga menyoroti peran pemerintah daerah, lembaga pendidikan, badan usaha milik negara (BUMN), dan sektor swasta dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa.
Dukungan tersebut antara lain mencakup Beasiswa Pascasarjana dan Beasiswa Perintis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, program peningkatan kualitas akademis guru PAUD dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta dukungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BRI Insurance, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Alfamidi.
UT Palu turut mengapresiasi dukungan Polda Sulawesi Tengah, jajaran TNI, Dinas Pendidikan, perguruan tinggi negeri dan swasta, pengelola Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT), perbankan, kepala sekolah, serta para tutor dalam penyelenggaraan dan peningkatan layanan pendidikan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Kepada para lulusan, Wijanarko mengingatkan pentingnya menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan digital dengan karakter serta integritas.
“Kompetensi yang tinggi tanpa integritas akan kehilangan makna. Sebaliknya, integritas yang kuat akan menjadi bekal berharga dalam membangun kepercayaan dan kepemimpinan. Jadilah alumni yang selalu haus akan ilmu, terbuka terhadap perubahan, dan siap menjadi agen perubahan positif bagi dunia,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Rusmiadi, mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah provinsi ialah menyediakan sembilan program beasiswa, termasuk Berani Cerdas, untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi.
“Kita membutuhkan manusia yang terdidik, terampil, inovatif, dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, kualitas pendidikan dan kompetensi masyarakat perlu ditingkatkan,” kata Rusmiadi.
Ia berpesan agar para lulusan terus belajar, berkarya, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada para wisudawan, saya berpesan jangan berhenti untuk belajar, jangan berhenti berkarya, dan jangan berhenti memberi manfaat,” tuturnya.
Rusmiadi berharap para lulusan UT Palu dapat berkontribusi dalam mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju serta berkelanjutan melalui semangat Berani Cerdas. ***
