PALU, MAL — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengajak seluruh jajaran Rumah Sakit Daerah (RSD) Undata untuk menjadikan filosofi kaizen atau perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari budaya kerja. Hal ini ditegaskannya sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Wagub Reny saat membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen di Gedung Pogombo, Kamis (23/7). Dalam kesempatan itu, ia mendorong seluruh jajaran rumah sakit untuk mewujudkan pelayanan prima yang sejalan dengan semangat BERANI Sehat.

“Berani kaizen! Lakukan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan Undata. Kalau pelayanannya bagus, pasti masyarakat sendiri yang mencari kita,” tegas Wagub Reny.

Dalam arahannya, Wagub menilai penerapan kaizen dapat dimulai dari hal-hal kecil yang berdampak besar. Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), misalnya, pasien yang disambut oleh perawat dengan penampilan rapi, tutur kata santun, dan respons cepat diyakini dapat memberikan rasa aman sehingga kondisi psikologis pasien tetap stabil.

Lebih lanjut, ia mengaitkan kaizen dengan efisiensi operasional rumah sakit, mulai dari memangkas waktu tunggu pasien, mengurangi pemborosan alat dan biaya, hingga meningkatkan keselamatan pasien. Namun, Wagub mengingatkan agar perubahan ini dilakukan secara konsisten dan tidak hanya sekadar formalitas sesaat.

Jangan hari ini sudah dilakukan, besok malah dilupakan,” serunya mengingatkan.

Dengan penerapan kaizen yang berkesinambungan, Wagub yang akrab dijuluki ‘Gubernur Kesehatan’ ini optimistis RS Undata dapat terus bertransformasi menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan terbaik di Sulawesi Tengah.

Kegiatan workshop dan pelatihan ini diikuti oleh para tenaga kesehatan serta tenaga penunjang di lingkungan RS Undata dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (24/7).**