MOROWALI, MAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di daerah yang memiliki tingkat risiko bencana tinggi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pembentukan TRC Multisektor Penanggulangan Bencana bertema “Bencana Urusan Bersama” yang digelar di Aula Kantor Bupati Morowali, Kamis (9/7).
Rapat dibuka Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Morowali, Kapolres Morowali, Dandim 1311/Morowali, Kepala Pelaksana BPBD Morowali, Staf Ahli Bupati, Baznas, para camat, perwakilan PT IMIP, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Iriane mengatakan pesatnya pembangunan di Kabupaten Morowali harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam.
Menurutnya, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia, Morowali termasuk daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penanggulangan bencana yang kuat dan terintegrasi.
“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, media, dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Iriane.
Ia menjelaskan, pembentukan TRC Multisektor bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pelaksanaan kaji cepat, penanganan darurat, hingga pengoperasian Pos Komando ketika terjadi bencana.
Wakil Bupati juga berharap tim yang dibentuk tidak hanya bersifat administratif, tetapi didukung personel yang terlatih, sistem komunikasi yang efektif, serta mampu bergerak cepat dan terkoordinasi dalam setiap situasi darurat.
Sebelumnya, Ketua Panitia melaporkan bahwa pembentukan TRC Multisektor merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Morowali untuk memperkuat sinergi antara perangkat daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan relawan dalam penanggulangan bencana. ***

