Terdampak Covid-19, Warga Poso Bakal Dibekali Kartu Prakerja

oleh -
Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu

POSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Provinsi Sulawesi Tengah menindaklanjuti  program Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Nomor: HM.4.6/45/SET.M.EKON.2.3/04/2020 tanggal 11 April 2020, perihal pendaftaran Kartu Prakerja bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kartu Prakerja sendiri merupakan program bantuan biaya pelatihan dan insentif yang dikhususkan bagi bagi para pekerja ataupun pelaku usaha terdampak atau yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Langkah cepat langsung diambil Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu dengan mengimbau seluruh masyarakat Poso, khususnya para pekerja, pencari kerja, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan, dan atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19.

Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu, saat dihubungi via telephon, Selasa (14/04), mengatakan, pihaknya telah mengumumkan pembukaan pendaftaran Program Kartu Prakerja melalui situs resmi www.prakerja.go.id

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Poso,” ungkap Darmin.

Ia menjelaskan, syarat peserta program Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Proses pendaftarannya terdiri dari tiga tahap.

Pertama, setiap calon peserta membuat akun prakerja di situs www.prakerja.go.id dengan memasukkan biodata dan sebagainya.

“Data tersebut akan diverifikasi ke Kementerian terkait yang selanjutnya pendaftar mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit. Pendaftaran ini dapat dilakukan setiap saat selama 24 jam. Jika belum berhasil diterima sebagai peserta pada gelombang pertama, maka pendaftar dapat bergabung di gelombang selanjutnya. Jadi sudah dibuka sejak tanggal 11 April sampai minggu ke-4 November 2020. Kuotanya sekitar 164 ribu peserta,” terangnya.

Ia menambahkan, setiap peserta yang menerima Kartu Prakerja akan diberikan pemberitahuan melalui email atau SMS. Nantinya, Kartu Prakerja itu bukanlah dalam bentuk fisik, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.

Setelah dipastikan memiliki kartu atau nomor pra kerja, maka sertiap peserta bisa memilih pelatihan yang diinginkan di platform digital mitra resmi program Kartu Prakerja, seperti Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

Setiap penerima Kartu Prakerja nantinya akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp3.550.000 yang terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan dan insentif yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet, Link Aja, Ovo atau GoPay milik peserta.

“Untuk insentif ini sendiri terdiri dari dua bagian, yakni insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan dan insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50 ribu per survei untuk 3 kali survei,” terangnya.

Selanjutnya, kata dia, peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan pertama.

“Bantuan akan hangus apabila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakan Kartu Prakerja untuk pelatihan pertama. Sisa bantuan biaya pelatihan setelah pelatihan pertama jelasnya lagi dapat digunakan untuk membeli pelatihan selanjutnya hingga 31 Desember 2020,” tutupnya. (ANCHU)