Siap Berjihad, Umat Islam Sulteng Tolak RUU HIP

oleh
Imam Daerah FPI Sulteng, Habib Hasan Alhabsyi saat membacakan ikrar penolakan RUU HIP, di depan Masjid Alkhairaat Palu, Kamis (09/07) malam. (FOTO: IKRAM)

PALU – Ratusan umat Islam Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) Sulawesi Tengah, menggelar apel siaga menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Idiologi Pancasila (HIP) di depan Masjid Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri Palu Barat, Kota Palu, Kamis (09/07) malam.

Apel siaga tersebut diikuti Majelis Ziarah, Majelis Raodah, HPA, MUI, dan Majelis Itsnain.

Dalam apel tersebut, Imam Daerah Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Tengah, Habib Hasan Alhabsyi membacakan ikrar di hadapan peserta apel.

Ikrar tersebut, yakni akan menjadi pembela agama bangsa dan negara, siap siaga dan menyiapkan diri untuk berjihad mempertahankan aqidah Islam dan melawan kaum komunis di bawah komando ulama.

“Kami siap siaga dan menyiapkan diri untuk menjaga darah ulama dari serangan kaum komunis dan menyiapkan diri untuk menghadapi gerombolan tri sila dan eka sila yang akan mengganti Pancasila,” kata Habib Hasan, diikuti peserta apel siaga..

Selain itu, kata dia, akan menyiapkan diri dari serangan operasi intilejen hitam prokomunis.

“Cukuplah Allah sebagai tempat diri kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami,” katanya, diiringi pekik takbir peserta apel.

Usai membacakan ikrar, dilanjutkan dengan pernyataan sikap yang dibacakan Edi Setiawan Nagara.

Pernyataan sikap yang dimaksud berisi sejumlah poin, yakni menolak segala macam usaha atau perubahan Pancasila serta mendesak DPR RI untuk tidak membahas RUU HIP.

Selanjutnya, kata Edi, mendukung penuh dan siap mengawal maklumat pimpinan pusat MUI serta dewan MUI provinsi seluruh Indonesia yang menolak RUU HIP.

Selanjutnya, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dan menangkap inisiator dan konseptor RUU HIP yang ingin menggantikan
dasar negara Pancasila manjadi trisila dan ekasila.

“Mendesak MPR RI agar sesuai UUD 1945 melakukan sidang pemberhentian Presiden atau sidang istimewa apabila Presiden Joko Widodo memberikan peluang kepada pihak-pihak yang akan mengubah Pancasila,” katanya.

Dia juga menyeru para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh aktivis serta seluruh elemen yang setia kepada NKRI untuk melawan komunis gaya baru yang berusaha bangkit dalam kehidupan masyarakat maupun jalur kekuasaan.

“Pecat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri yang mengitervensi serta melegalkan tenaga kerja asing dari negara komunis yang mengakibatkan paham/pengaruh komunis di Indonesia berkembang. Jika tidak diindahkan,
kami umat Islam Sulawesi Tengah akan melakukan aksi berjilid- jilid,” ujarnya sambil meneriakkan yel-yel “ganyang, ganyang, ganyang PKI, ganyang PKI sekarang juga. (IKRAM)

Iklan-Paramitha