LOMBOK TENGAH, MAL – Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengalami kecelakaan di Tikungan 9 Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat sesi latihan MotoGP pada Jumat (9/10/2026).
Insiden ketika motornya kehilangan kendali dan tubuhnya terlempar setelah menghantam area gravel itu kembali memunculkan kritik terhadap kondisi area kerikil di sirkuit tersebut.
Quartararo meluncur di atas aspal sebelum menghantam gravel trap atau area kerikil di sisi lintasan hingga terguling. Meski mengalami nyeri pada sisi kiri tubuh dan masalah otot di sekitar ibu jari, pebalap asal Prancis itu tidak mengalami patah tulang dan dapat melanjutkan sesi latihan.
“Bagian terburuknya adalah saat masuk ke area kerikil, namun untungnya tidak ada tulang yang patah; hanya masalah pada otot. Jadi, saya bisa kembali menunggangi motor,” kata Quartararo.
Ia juga menyoroti kondisi gravel trap yang dinilainya perlu mendapat perhatian setelah insiden tersebut.
“Mereka harus melakukan sesuatu,” ujarnya.
Quartararo menilai kecelakaan yang dialaminya memiliki kemiripan dengan insiden Marc Marquez di Mandalika pada 2025. Menurut dia, kondisi area kerikil menjadi bagian terburuk ketika pebalap terlempar dari motor dan keluar dari lintasan.
“Itu sama seperti tahun lalu dengan Marc. Jika tidak ada gravel, ia akan keluar tanpa masalah. Hari ini saya beruntung, karena kecelakaannya tidak spektakuler, tetapi begitu menghantam gravel, kondisinya buruk,” kata Quartararo.
Meski mengalami kecelakaan, Quartararo mampu mencatat waktu tercepat ketujuh pada sesi latihan Jumat dan mengamankan tempat di kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi yang sama, pebalap Tech3 KTM, Enea Bastianini, juga terjatuh, tetapi tidak mengalami cedera.
Sorotan terhadap keselamatan lintasan Mandalika kembali muncul ketika balapan Moto2 pada Minggu (11/10/2026) dihentikan dengan bendera merah saat baru memasuki lap pertama. Insiden di Tikungan 1 melibatkan empat pebalap, yakni David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, dan Joe Roberts.
Bendera kuning sempat dikibarkan sebelum Race Direction menghentikan balapan dengan bendera merah. Penghentian dilakukan setelah kecelakaan tersebut menimbulkan risiko keselamatan di lintasan.
Balapan kemudian dilanjutkan sekitar lima menit setelah penghentian melalui prosedur quick start. Alonso tidak dapat mengikuti start ulang, sedangkan pebalap Indonesia, Mario Aji, tidak terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Izan Guevara akhirnya keluar sebagai pemenang Moto2 Mandalika, sementara Mario Aji menyelesaikan balapan di posisi ke-19.
Sirkuit Mandalika sebelumnya telah memperoleh homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk 2026 setelah menjalani inspeksi akhir pada Kamis (8/10/2026). Sertifikasi tersebut menyatakan sirkuit memenuhi standar FIM untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia Grand Prix.
Namun, insiden yang dialami Quartararo kembali mengangkat persoalan kondisi gravel trap dan transisi antara aspal area run-off dengan kerikil. Evaluasi keselamatan operasional tetap menjadi hal yang relevan meskipun sirkuit telah memperoleh homologasi.
Hingga informasi dalam bahan berita ini disusun, belum tersedia keterangan resmi mengenai keputusan evaluasi atau rencana perbaikan gravel trap Mandalika setelah kecelakaan tersebut.
