PARIMO, MAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) mendorong Pondok Pesantren Abnaul Chairaat terus berperan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, religius dan berakhlak.

Dukungan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-7 Pondok Pesantren Abnaul Chairaat di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Sabtu (5/9).

Mewakili Bupati Parimo H. Erwin Burase, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parimo, Adrudin Nur, menghadiri kegiatan tersebut sekaligus membacakan sambutan bupati.

Ia mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan dan akhlak mulia Rasulullah SAW,” ungkpnya.

Ia juga mengapresiasi perjalanan Ponpes Abnaul Chairaat yang telah memasuki usia ke-7. Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang dan berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, mandiri dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan media sosial perlu dimanfaatkan secara bijak agar mendukung peningkatan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia, bukan menjadi pemicu persoalan sosial maupun kemerosotan moral.

Karena itu, pemerintah mengajak orang tua, pendidik, ulama dan tokoh masyarakat memperkuat pembinaan generasi muda, termasuk melalui pendidikan keagamaan di pondok pesantren.

“Kepada para santri dan santriwati, teruslah menuntut ilmu, memperkuat ibadah, menjaga pergaulan dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan,” pesannya.

Ia menegaskan Pemkab Parimo akan terus membangun sinergi dengan ulama, pondok pesantren dan lembaga pendidikan agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Abnaul Chairaat, Ustad Musran Taher, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan kehadiran masyarakat dalam peringatan Maulid sekaligus Milad ke-7 pesantren tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Habib Salim bin Muhdor Al-Habsy dari Hadramaut, Yaman.