PALU, MAL – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan bahwa pembangunan di Palu harus mematuhi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan.

Hal ini disampaikan Hadianto saat menjadi narasumber dalam Talk Show Library Cafe di Aula Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (09/07).

Kegiatan yang dihelat BPKP Sulawesi Tengah tersebut mengangkat tema “Mengakselerasi Investasi Hijau Menuju Kota Tangguh, Bersih, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing”.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan. Kepatuhan terhadap tata ruang menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang aman, tertata, dan berkelanjutan.

Hadianto menjelaskan, kepatuhan terhadap tata ruang krusial untuk pembangunan. Titik rawan bencana menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Palu. Pemerintah kota akan tegas dalam penegakan aturan serta terus membuka komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan agar seluruh proses pembangunan berjalan baik.

“Kota yang tangguh adalah kota yang mampu beradaptasi dengan kondisinya. Karena itu, titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana menjadi perhatian utama kami. Pemerintah Kota Palu sangat tegas terhadap hal tersebut, sekaligus terus memberikan pelayanan yang optimal dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik,” kata Hadianto Rasyid.

Selain ketangguhan kota, Hadianto juga menyoroti pentingnya kebersihan sebagai identitas dan daya tarik kota. Menurutnya, kebersihan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah, demi mewujudkan pembangunan yang berdaya saing.

“Bagaimana menjaga kebersihan, itu adalah hal wajib yang harus dimiliki semua kota, apalagi Palu sebagai ibu kota provinsi. Kalau kota ini bersih, berarti kota ini hidup, menyenangkan, dan memberikan gambaran bahwa ada prospek yang sangat jelas. Kota yang bersih menunjukkan kota yang tertib, disiplin, dan memiliki arah yang jelas,” kata Hadianto.

Kondisi kota yang bersih, tertib, dan teratur dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), namun juga para investor berskala besar akan mempertimbangkan kondisi tersebut dalam menanamkan investasinya. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan yang maju dan berkelanjutan.

“Ketika kota ini mampu membangun budaya tertib dan teratur, maka kota ini akan menjadi sebuah prospek. Doktrin itulah yang kami bangun di Pemerintah Kota Palu, dan kami memastikan hal ini terus berjalan secara berkelanjutan. Ini harus dijaga dan dikawal setiap waktu,” ujar Hadianto. ***