JAKARTA, MAL – Pekan Astronomi Jakarta 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, berlangsung pada 6–10 Oktober 2026 dengan sejumlah kegiatan edukasi antariksa, mulai dari pameran astronomi, pertunjukan planetarium mini, peneropongan Matahari, hingga eksperimen roket air.
Rangkaian kegiatan yang digelar Planetarium dan Observatorium Jakarta itu ditutup dengan talkshow “Rocket Revolution: Meet the Experts!” pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week 2026 yang berlangsung secara global pada 4–10 Oktober 2026.
Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Rocket Revolution” atau Revolusi Roket, yang menyoroti perkembangan teknologi peluncuran antariksa dan perubahan industri penerbangan luar angkasa.
Seluruh kegiatan Pekan Astronomi Jakarta 2026 di TIM terbuka untuk masyarakat secara gratis. Berbagai agenda disiapkan untuk memperkenalkan astronomi dan teknologi antariksa kepada pengunjung melalui kegiatan edukatif dan interaktif.
Pameran astronomi dan peneropongan Matahari berlangsung pada 6–10 Oktober 2026. Sementara itu, pertunjukan planetarium mini dan eksperimen roket air dijadwalkan pada 6–9 Oktober 2026.
Sebagai penutup, Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar talkshow “Rocket Revolution: Meet the Experts!” di Teater Kecil, TIM, pada 10 Oktober 2026. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–12.30 WIB dengan menghadirkan dua narasumber ahli astronomi atau antariksa untuk membahas luar angkasa dan alam semesta.
Tema “Rocket Revolution” pada Pekan Antariksa Dunia 2026 mengangkat transformasi teknologi peluncuran roket, termasuk pengembangan roket yang dapat digunakan kembali atau reusable rockets, kendaraan peluncur generasi baru, serta pertumbuhan industri antariksa komersial.
Teknologi roket yang dapat digunakan kembali menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan tersebut. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan penggunaan kembali bagian roket setelah peluncuran, sehingga berpotensi menekan biaya dan meningkatkan frekuensi misi antariksa.
Salah satu contoh pengembangan teknologi tersebut adalah program Starship milik SpaceX, yang dirancang sebagai sistem peluncuran yang dapat digunakan kembali sepenuhnya.
Pekan Antariksa Dunia diperingati setiap tahun pada 4–10 Oktober. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan peringatan tersebut melalui Resolusi 54/68 pada 6 Desember 1999.
Melalui rangkaian kegiatan di Jakarta, masyarakat dapat mengikuti pengenalan astronomi dan teknologi antariksa tanpa biaya. Talkshow pada 10 Oktober menjadi agenda penutup Pekan Astronomi Jakarta 2026, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Pekan Antariksa Dunia yang berlangsung hingga tanggal tersebut.
