PALU– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjen Pas Sulteng), Herman Mulawarman, bergerak cepat meninjau langsung kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan warga binaan, petugas, serta dampak ditimbulkan terhadap sarana dan prasarana pemasyarakatan.

Di Lapas Kelas IIA Palu, Herman Mulawarman didampingi Kepala Lapas Palu, Makmur, beserta jajaran. Selain memantau langsung kondisi warga binaan dan petugas, ia juga meninjau sejumlah titik bangunan terdampak gempa.

Beberapa bagian tembok dan bangunan teridentifikasi mengalami kerusakan akibat guncangan. Temuan tersebut langsung menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti guna mencegah risiko  dapat mengganggu keamanan maupun keselamatan penghuni lapas.

“Kami memastikan seluruh warga binaan dan petugas dalam kondisi aman. Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan segera ditindaklanjuti. Kondisi ini  kami laporkan kepada pimpinan di pusat serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk langkah perbaikan lebih lanjut,” kata Herman.

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga memberikan arahan kepada jajaran Lapas Palu agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi bencana susulan. Menurutnya, aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat.

Usai meninjau Lapas Palu, Herman melanjutkan pemantauan ke Rutan Kelas IIA Palu yang didampingi Kepala Rutan Palu, Wachid Kurniawan Budi Santoso, beserta jajaran.

Di Rutan Palu, Herman menyempatkan berdialog langsung dengan warga binaan untuk memastikan kondisi psikologis mereka pascagempa. Dalam dialog tersebut, ia mendengarkan berbagai masukan sekaligus memberikan penguatan agar warga binaan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

“Kami ingin memastikan bukan hanya kondisi bangunan aman, tetapi juga memastikan warga binaan merasa tenang dan terlindungi. Situasi saat ini terkendali dan seluruh aktivitas pembinaan tetap berjalan dengan pengawasan diperketat,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan langsung di Palu, Herman juga menginstruksikan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah untuk menyampaikan laporan kondisi terkini secara berkala pasca gempa.

Berdasarkan laporan diterima Kanwil Ditjen Pas Sulawesi Tengah per hari Kamis (17/6), seluruh lapas, rutan, LPKA, LPP, dan Bapas di wilayah Sulteng dipastikan dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun gangguan keamanan berdampak pada warga binaan dan petugas.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Herman turut mengarahkan seluruh satuan kerja agar memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya guna menjaga stabilitas keamanan dan mempercepat penanganan apabila diperlukan.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Seluruh jajaran diminta siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keamanan warga binaan serta petugas tetap terjaga. Sampai saat ini kondisi pemasyarakatan di Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Herman.

Langkah cepat  dilakukan Kanwil Ditjen Pas Sulteng tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi dan manajemen risiko guna memastikan layanan pemasyarakatan tetap berjalan optimal di tengah situasi pascabencana.***