PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menerima kehadiran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Zainal Abidin bersama jajaran pengurus di rumah jabatan wali kota, Senin (18/05).

Selain sebagai ajang silaturahim, audiensi itu juga membahas sejumlah program yang tengah dipersiapkan oleh MUI Kota Palu dan diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palu.

Dalam kesempatan itu, Prof. Zainal Abidin menyampaikan bahwa salah satu program MUI Kota Palu adalah penerbitan buku berjudul “Menenun Fajar di Tepi Teluk Palu.”

Menurutnya, buku tersebut akan mengulas perjalanan pembangunan Kota Palu selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Wali Kota Palu, sekaligus memuat gagasan dan arah pembangunan lima tahun ke depan menuju kota metropolitan.

“Yang pertama kami sedang menyusun buku dan membutuhkan dukungan dari Pak Wali Kota dalam proses penerbitannya. Nama bukunya Menenun Fajar di Tepi Teluk Palu,” ungkap Prof. Zainal Abidin.

Kata dia, buku itu berisi tentang apa yang sudah dilakukan Pak Wali Kota selama lima tahun terakhir dan rencana-rencana lima tahun ke depan yang ingin menjadikan Kota Palu sebagai kota metropolitan.

Ia menjelaskan, buku tersebut merupakan bentuk pandangan dan interpretasi MUI terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Palu.

“Mudah-mudahan tafsiran-tafsiran kami itu sesuai dengan harapan Pak Wali. Sepertinya Pak Wali tadi ketika membaca sinopsis dari tulisan buku itu sangat sependapat,” tambahnya.

Selain membahas penerbitan buku, MUI Kota Palu juga menyampaikan rencana kunjungan tamu dari Jepang pada 25 Juli 2026 mendatang.

Kedatangan tamu tersebut bertujuan memberikan sosialisasi mengenai dampak negatif penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai yang digunakan dalam konsumsi makanan dan minuman.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang selama ini telah mulai menerapkan pengurangan penggunaan plastik dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan.

“Pak Wali selama ini juga sudah memberikan contoh bahwa tidak boleh lagi ada acara yang menggunakan minuman plastik. Harus membawa tumbler masing-masing,” katanya.

MUI Kota Palu berharap Pemerintah Kota Palu dapat mendukung penuh agenda sosialisasi tersebut dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kalangan dunia usaha, UMKM, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lingkungan agar kampanye pengurangan sampah plastik dapat berjalan lebih masif di Kota Palu. ***