PALU- Himpunan Mahasiswa Program Akhwalus Syakhsiyyah Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu menggelar nonton bersama (Nobar) dan diskusi Film dibuat oleh 4 jurnalis ekspedisi Indonesia baru “Kiamat Pulau Kecil”, di Aula Kelurahan Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Selasa malam (8/4).
Ketua Umum Himma Pro AS Unisa Palu Tholib Mahbub mengatakan, film tersebut ditayangkan untuk memberikan pemahaman sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya pertambangan.
“Karena ketika kami melakukan sosialisasi di Desa Loli mewawancarai kepala dusun dan lembaga adat, mereka sampaikan satu satunya desa di kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala yang sampai saat ini masih menolak adanya pertambangan adalah Desa Loli Tasiburi,” katanya.
Ia menyebutkan, meskipun sempat terjadi konflik sosial, mengakibatkan kekacauan di desa mereka, tetapi karena kekompakan dan solidaritas masyarakat yang menolak tambang sehingga bisa menghentikan konflik sosial tersebut.
“Banyak ibu-ibu khawatir dengan masa depan anak cucu mereka, yang tidak bisa lagi menikmati hasil tanaman-tanaman ada di kebun yang mereka tanam seperti buah kemiri, cengkeh, buah pala dan coklat,” ujarnya.
Tholib menegaskan, bagi dirinya ketika ada perusahaan masuk dengan dalih soal hilirisasi nikel dan mengklaim bahwa ini adalah upaya transisi penghijauan, semua itu omong kosong.
“Semua itu hanyalah paradoks yang diberikan kepada seluruh masyarakat di daerah akan dimasuki pertambangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, banyak contoh kerusakan alam dan bencana dimana-mana, salah satunya bencana banjir di Aceh Tamiang.
“Contoh sangat besar untuk masyarakat sadari, itulah dampak keserakahan dilakukan oleh pemerintah dan kaum elit ketika melakukan aktivitas pertambangan,” bebernya.
Sebab faktanya kata dia, tidak ada satupun kegiatan tambang yang dilakukan bisa menghasilkan “Ramah Lingkungan” seperti yang diwacanakan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, melegalkan semua pertambangan di Parigi Moutong.
Olehnya ia mengajak semua menjaga alam, “Jaga alam kita, maka alam akan memberikan kita segalanya.”**

