PALU, MAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai bagian penting dari upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut.
Ajakan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, saat mewakili Wakil Wali Kota Palu dalam Pertemuan Komunitas Lintas Sektor yang difasilitasi Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Palu, di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Kamis (18/6).
Menurut Rochmat, penanganan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial agar para penyintas dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif tanpa menghadapi diskriminasi di lingkungan sekitar.
“Karena itu, mari kita rangkul mereka. Dengan kebersamaan, kita dapat mengampanyekan penanggulangan AIDS secara lebih luas dan efektif demi mewujudkan Kota Palu yang sehat dan berdaya,” ujarnya.
Rochmat mengatakan, HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama. Selain upaya pencegahan, masyarakat juga perlu memahami bahwa penyintas HIV/AIDS berhak memperoleh dukungan dan akses layanan kesehatan yang memadai.
Ia menegaskan, bagi mereka yang telah terinfeksi HIV, langkah yang harus dilakukan adalah memastikan pengobatan berjalan dengan baik sehingga kondisi kesehatannya tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.
“Paling tidak kita harus mempunyai tekad bahwa HIV dapat dicegah. Bagi mereka yang sudah tertular, kita jaga agar tetap sehat dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan membahas strategi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu, termasuk upaya memperkuat edukasi kepada masyarakat serta mengurangi stigma terhadap ODHA.
Forum itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional Eliminasi Pandemik AIDS Tahun 2030 yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemerintah Kota Palu berharap pendekatan yang mengedepankan kepedulian, edukasi, dan kolaborasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta pengendalian HIV/AIDS di daerah tersebut. ***

