JAKARTA, MAL – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan pentingnya menghapus ego pribadi dan status superstar pemain demi membangun tim yang solid untuk mengejar target besar, termasuk lolos ke Piala Dunia.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Kamis (8/10/2026), Herdman menyatakan upaya tersebut menjadi bagian dari pembentukan mentalitas kolektif di dalam skuad Garuda.

“Kami sudah mulai menghapus ego pribadi,” ujar Herdman.

Ia juga menegaskan bahwa status bintang dan popularitas di media sosial tidak boleh mengalahkan kepentingan tim.

“Kami juga sudah mulai menghapus suara berisik serta mengikis status bintang dan jumlah pengikut media sosial,” katanya.

Menurut Herdman, para pemain harus menempatkan misi tim di atas kepentingan pribadi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Untuk turnamen tersebut, Herdman menetapkan target realistis berupa upaya melampaui pencapaian sebelumnya. Ia ingin Timnas Indonesia mampu lolos dari fase grup dan melangkah hingga perempat final.

“Menurut saya untuk Piala Asia, pencapaian realistis adalah berjuang untuk melampaui pencapaian sebelumnya,” kata Herdman.

Ia mengakui target tersebut tidak mudah dicapai dan meminta pendukung Timnas Indonesia tetap realistis dalam menetapkan ekspektasi.

“Semuanya mungkin dengan skuad saat ini meski sangat sulit,” ujarnya.

Herdman juga mendorong para pemain untuk mencatatkan pencapaian baru bagi Indonesia di turnamen tersebut.

“Tapi saya katakan ke pemain untuk jadilah tim pertama lolos ke fase gugur dan jadilah tim pertama menembus perempat final,” katanya.

Di Piala Asia 2027, Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Berdasarkan format yang tercantum dalam informasi turnamen, juara dan runner-up grup lolos otomatis ke babak 16 besar.

Selain membangun mentalitas tim, Herdman juga mengungkapkan sedang berupaya merekrut dua pemain diaspora dengan karakter dinamis dan kecepatan yang dibutuhkan untuk memperkuat skuad, terutama di sektor sayap.

“Ada dua pemain diaspora yang sedang saya coba rekrut dengan karakter dinamis dan profil seperti itu,” ujar Herdman.

Namun, identitas kedua pemain tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan Herdman sejauh ini belum mengajukan permintaan resmi kepada PSSI terkait perekrutan pemain diaspora.

“Herdman sejauh ini belum mengajukan permintaan resmi kepada PSSI,” kata Yunus.