SIGI, MAL – Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan gempa Sigi dan mendirikan posko bencana bagi warga terdampak gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu pada Selasa, 16/06.
Posko bencana yang didirikan oleh SATRIA Sulteng berlokasi di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, sebuah wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa tersebut. Langkah sigap ini diambil untuk memastikan penanganan darurat dapat dilakukan secepatnya.
Ketua SATRIA Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta, mengungkapkan bahwa timnya langsung bergerak ke lokasi pada malam hari setelah kejadian. Mereka membawa bantuan darurat berupa 300 dus air mineral, 100 dus mi instan, serta lima unit lampu penerangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi.
“Malam ini kami bersama teman-teman SATRIA Sulteng mengantar bantuan ke Kecamatan Nokilalaki. Bantuan dibawa berupa sekitar 300 dus air mineral, 100 dus mi instan dan lima lampu penerangan. Ini merupakan kebutuhan sifatnya mendesak dan harus segera disalurkan kepada masyarakat terdampak,” kata Irwan Lapatta.
Selain penyaluran bantuan gempa Sigi, SATRIA Sulteng juga fokus pada pendirian posko. Posko ini berfungsi sebagai pusat distribusi logistik dan koordinasi bagi para relawan yang ingin turut serta dalam upaya penanganan bencana di Sigi dan Palu.
Menurut Irwan, keberadaan posko tersebut sangat krusial agar seluruh bantuan yang masuk dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa hambatan birokrasi yang panjang. Prioritas utama adalah kecepatan dan efektivitas bantuan.
“Kami langsung membuat Posko Bencana SATRIA Sulteng agar relawan yang datang bisa langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Pendataan tetap dilakukan, tetapi fokus utama kami saat ini adalah memastikan kebutuhan darurat masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Irwan Lapatta menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan pada malam itu masih merupakan tahap awal. Pihaknya, bersama Andi Agtas Foundation, saat ini tengah mengupayakan tambahan bantuan air bersih yang diidentifikasi sebagai kebutuhan paling mendesak di wilayah terdampak gempa Sigi.
“Insya Allah pada Rabu (hari ini) kami mengupayakan bantuan air bersih melalui sekitar 30 mobil tangki. Rencananya 15 tangki disalurkan ke Kecamatan Palolo dan 15 tangki lainnya ke Kecamatan Nokilalaki,” jelasnya.
Ia menilai bahwa kebutuhan utama masyarakat pascagempa saat ini adalah air bersih dan makanan siap konsumsi. Oleh karena itu, berbagai pihak diharapkan dapat bersama-sama membantu percepatan penanganan bencana ini agar masyarakat dapat segera pulih.
Irwan juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kabupaten Sigi yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak. Sinergi antara berbagai pihak sangat penting dalam situasi seperti ini.
“Atas nama SATRIA Sulteng, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi yang bergerak cepat meninjau lokasi dan menangani dampak bencana,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari berbagai tokoh Partai Gerindra, termasuk Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola, serta Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar yang terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan terhadap bantuan gempa Sigi ini.
Irwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling membantu di tengah situasi darurat pascagempa. Solidaritas adalah kunci dalam menghadapi tantangan bencana alam.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik. Mari saling membantu dan bergotong royong menghadapi situasi ini sampai kondisi kembali normal,” imbaunya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kamarora A, Remon, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan SATRIA Sulteng kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka yang sedang dalam kesulitan.
“Kami sangat berterima kasih kepada SATRIA Sulteng yang sudah hadir membantu masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat gempa,” ujar Remon.
Menurut Remon, selain kebutuhan air bersih, warga juga sangat membutuhkan terpal untuk tempat berlindung sementara karena banyak rumah mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni.
“Yang paling mendesak saat ini selain air bersih adalah terpal. Banyak rumah warga rusak sehingga masyarakat membutuhkan tempat berteduh sementara,” katanya.**”

