PALU, MAL – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, memutuskan meniadakan sementara kegiatan belajar tatap muka bagi siswa sekolah dasar, menggantinya dengan daring.
Kebijakan ini diberlakukan mulai Rabu (17/06) sebagai langkah antisipasi pascagempa yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Keputusan tersebut diambil usai Wali Kota Hadianto Rasyid memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (17/06).
Pertemuan ini membahas perkembangan kondisi Kota Palu pascagempa, serta langkah-langkah mitigasi dan penanganan yang perlu dilakukan.
Rapat itu turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Palu, Kapolresta Palu, perwakilan Dandim 1306/Kota Palu, perwakilan BMKG, Basarnas Palu, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyikapi situasi ini.
Dalam keterangannya, Wali Kota Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas kegempaan. Belum ada status khusus yang dikeluarkan terkait kondisi tersebut, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas.
“Saat ini BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan yang terjadi. Hingga saat ini belum ada status khusus yang dikeluarkan terkait kondisi tersebut. Bukan berarti kami tidak ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi berdasarkan data dan informasi resmi yang ada, Pemerintah Kota Palu tidak menetapkan status tertentu,” kata Hadianto Rasyid.
Meskipun demikian, Pemerintah Kota Palu bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara optimal terhadap perkembangan situasi di lapangan. Informasi terkini dari BMKG akan diperbarui secara berkala dan disampaikan kepada masyarakat.
Hadianto menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Warga diimbau agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Terkait kondisi infrastruktur dan bangunan di Kota Palu, Wali Kota menyampaikan bahwa tidak ditemukan kerusakan yang signifikan. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa hanya ada beberapa kerusakan ringan yang masih dalam kategori wajar.
“Alhamdulillah tidak ditemukan kerusakan yang signifikan. Memang terdapat beberapa kerusakan, namun sifatnya sangat ringan dan masih dalam kategori wajar. Oleh karena itu, kami bersyukur Kota Palu secara umum berada dalam kondisi yang baik,” ucap Hadianto.
Untuk korban terdampak, tercatat dua warga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan yang baik. Salah satunya anak yang terluka karena menginjak pecahan beling, dan korban lainnya akibat tertimpa plafon. Keduanya kini dalam kondisi baik.
Hadianto kembali mengajak seluruh masyarakat Kota Palu untuk tetap tenang dan tidak gelisah, mengingat aktivitas kegempaan terus dipantau intensif oleh BMKG. Memberikan rasa aman kepada anak-anak menjadi perhatian utama.
Keputusan untuk meniadakan sementara kegiatan belajar tatap muka bagi siswa sekolah dasar dan menggantinya dengan daring adalah langkah antisipasi, agar anak-anak memperoleh pendampingan keluarga dan memastikan pendidikan berjalan aman.
Kebijakan ini akan dievaluasi dalam dua hari ke depan sambil melihat perkembangan kondisi yang ada di Kota Palu.
“Mulai hari ini untuk sementara kegiatan belajar tatap muka bagi anak-anak sekolah dasar ditiadakan terlebih dahulu dan akan dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Kebijakan ini akan dievaluasi dalam dua hari ke depan sambil melihat perkembangan kondisi yang ada,” ujarnya. ***

