PALU, MAL – Sulawesi Tengah berstatus Waspada terhadap kekeringan meteorologis pada periode 11-20 Agustus 2026 di tengah menguatnya fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh 13 kabupaten/kota di provinsi itu, dengan nilai Fine Fuel Moisture Code (FFMC) tercatat di atas 82 dan mencapai angka tertinggi 92 di Kabupaten Buol.
Peringatan dini kekeringan meteorologis dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian II Agustus 2026. Sulawesi Tengah tidak termasuk dalam 17 provinsi berstatus Awas, namun masuk kategori Waspada bersama sejumlah provinsi lain di Indonesia.
Di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong tercatat sebagai wilayah yang masuk kategori Waspada dalam pemantauan kekeringan meteorologis periode 11-20 Agustus 2026. Secara umum, sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah juga berada pada tingkat kewaspadaan yang sama.
BMKG memperkirakan musim kemarau di Sulawesi Tengah mulai berlangsung pada Juli 2026, mencapai puncaknya pada Agustus 2026, dan diperkirakan berlanjut hingga Oktober bahkan akhir tahun. Kondisi kering yang berkepanjangan tersebut meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Untuk periode 9-15 Agustus 2026, risiko karhutla di Sulawesi Tengah berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. Nilai FFMC yang digunakan untuk mengukur kemudahan bahan bakar alami terbakar tercatat di atas 82 di seluruh wilayah kabupaten/kota.
FFMC (Fine Fuel Moisture Code), menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabupaten Buol menjadi daerah dengan tingkat risiko tertinggi dengan FFMC mencapai 92 pada 15 Agustus 2026. Disusul Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Banggai Laut yang masing-masing mencatat FFMC sebesar 91.
Secara nasional, BMKG mencatat fenomena El Nino 2026 telah mencapai kategori kuat dan berdampak pada kondisi kekeringan di 73,8 persen wilayah Indonesia. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sementara intensitas El Nino diproyeksikan mencapai puncaknya pada Desember 2026 atau Januari 2027.
“Fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat,” kata Kepala Bidang Informasi Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Teuku Raden Mayda Riza.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi kekeringan dapat semakin meningkat apabila fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif aktif pada September hingga Desember 2026.
“Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026,” ujarnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak kemarau, termasuk melakukan penghematan penggunaan air dan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pada periode yang sama, Sulawesi Barat menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang berstatus Awas. Sementara Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo berada pada status Siaga.
Provinsi dan Kabupaten/Kota Berstatus Awas
Provinsi Kabupaten/Kota Bali Buleleng Banten Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang DI Yogyakarta Bantul, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman Jawa Barat Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bekasi, Subang, Sukabumi, Sumedang Jawa Tengah Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Kebumen, Klaten, Kudus, Pati, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonosobo, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Tegal Jawa Timur Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Surabaya Kalimantan Selatan – Kalimantan Timur – Kepulauan Bangka Belitung – Kepulauan Riau – Lampung – Nusa Tenggara Barat Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, Kota Bima Nusa Tenggara Timur – Papua Barat Daya Beberapa kabupaten/kota berstatus awas (rincian belum tersedia resmi dalam bahan) Papua Pegunungan – Papua Selatan – Sulawesi Barat Beberapa kabupaten/kota berstatus awas (rincian belum tersedia resmi dalam bahan)
Provinsi dan Kabupaten/Kota Berstatus Siaga
Provinsi Kabupaten/Kota Sulawesi Utara Berstatus siaga, rincian kabupaten/kota belum tersedia dalam bahan Sulawesi Selatan Berstatus siaga, rincian kabupaten/kota belum tersedia dalam bahan Sulawesi Tenggara Berstatus siaga, rincian kabupaten/kota belum tersedia dalam bahan Gorontalo Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo, Pohuwato Banten Kota Tangerang Selatan, Lebak, Pandeglang, Tangerang Jawa Barat Bogor, Ciamis, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Sukabumi, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Tasikmalaya Jawa Tengah Banjarnegara, Banyumas, Brebes, Cilacap, Karanganyar, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Magelang, Pekalongan, Purbalingga, Semarang, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonosobo Jawa Timur Banyuwangi, Jombang, Kota Surabaya, Sidoarjo
Provinsi dan Kabupaten/Kota Berstatus Waspada
Provinsi Kabupaten/Kota Bali Karangasem Bengkulu Bengkulu Utara DKI Jakarta Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu Jawa Barat Kota Depok Jawa Tengah Batang, Boyolali, Kendal, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Pemalang Jawa Timur Banyuwangi, Jombang, Kota Surabaya, Sidoarjo Kalimantan Barat – Kalimantan Timur – Kepulauan Bangka Belitung – Lampung – Maluku – Papua Barat – Papua Barat Daya – Sulawesi Barat – Sulawesi Tengah Buol, Parigi Moutong, Poso, Banggai Laut Sulawesi Utara –
Sulawesi Tengah tidak masuk kategori Awas maupun Siaga, tetapi berada pada status Waspada untuk periode 11–20 Agustus 2026.
Berdasarkan data BMKG, seluruh 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah memiliki potensi karhutla kategori sedang hingga sangat tinggi dengan nilai FFMC di atas 82. Kabupaten Buol mencatat nilai FFMC tertinggi sebesar 92, disusul Parigi Moutong, Poso, dan Banggai Laut dengan nilai 91.
El Nino saat ini berada pada kategori kuat dan diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, dengan puncak dampak kemarau pada Agustus–September 2026.
