PALU, MAL – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, menyampaikan apresiasi sejumlah kegiatan yang dilakukan pada rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-21 Pascasarjana Untad.
Apresiasi ini disampaikan saat menghadiri puncak dies natalis yang dipusatkan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, bertepatan dengan Car Free Day (CFD), Ahad (6/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, rektor menyampaikan pentingnya gerakan menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan respons terhadap kondisi iklim saat ini.
Menurut Prof. Amar, usia ke-21 Pascasarjana Untad menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia juga mengapresiasi aksi lingkungan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis, khususnya penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Dupa, Kelurahan Layana Indah, Teluk Palu.
“Gerakan menanam pohon memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, termasuk menyikapi kondisi iklim saat ini,” ujar Rektor.
Selain sekitar 2.000 bibit mangrove yang ditanam dalam rangkaian Dies Natalis tahun ini, Prof. Amar menyebut total aksi lingkungan yang telah dilakukan Universitas Tadulako bersama Pascasarjana Untad mencapai kurang lebih 10.000 pohon.
Puncak peringatan Dies Natalis ke-21 Pascasarjana Untad diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari sivitas akademika, alumni, dan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Untad Prof. Amar, Direktur Pascasarjana Untad Prof. I Wayan Sutapa, para wakil rektor, serta sejumlah dekan.
Ketua Panitia Dies Natalis, Ir Saiful Pagessa, S.Hut., M.T., mengatakan, kegiatan puncak diisi dengan jalan santai sebagai sarana silaturahmi antara alumni, sivitas akademika, dan masyarakat.
“Selain itu juga dirangkaikan dengan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan didukung oleh PMI, Rumah Sakit Anutapura, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda),” ujarnya.
Sebelumnya, rangkaian Dies Natalis ke-21 Pascasarjana Untad diawali dengan penanaman mangrove dan aksi bersih pantai di Pantai Dupa.
Sebanyak sekitar 2.000 bibit mangrove yang didatangkan dari Banawa, Kabupaten Donggala, ditanam dengan melibatkan pimpinan Untad, mahasiswa, alumni Pascasarjana, Komunitas Mangrovers, serta masyarakat setempat.
Direktur Pascasarjana Untad, Prof. I Wayan Sutapa, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-21 tidak hanya menjadi momentum refleksi akademik, tetapi juga memperkuat komitmen institusi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pascasarjana Untad akan terus mendorong sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” katanya. ***
