Bupati di Sulteng: Masih Banyak Warga Anggap Covid sebagai Aib

oleh -207 Kali Dilihat

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, menghubungi Bupati Banggai, Bupati Parigi Moutong , Bupati Buol , Bupati Sigi,  untuk memastikan penanganan sudah berjalan dengan baik, di setiap daerah, pada Jum’at (20/8).

Bupati Kabupaten Banggai Amirudin Tamoreka, berkeluh-kesah kepada Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, saat melakukan komunikasi lewat via zoom. Bupati mengaku kesulitan dalam penganan Covid-19 di Banggai, di mana masyarakat di sana masih awam terhadap covid, dan mengagap suatu aib besar.

Menurutnya, warga belum berani melaporkan covid, karena menganggap itu aib yang memalukan anggota keluarga.

Dia mengatakan, kepatuhan, kesadaran masyarakat di Banggai masih rendah untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Selanjutnya Bupati Menyampaikan banyak masyarakat, karena menganggap aib, banyak yang terkonfirmasi tapi enggan untuk melakukan isolasi, atau dirawat.

Senada dengan hal itu Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai menambah kan, bahwa kepatuhan sangat rendah walaupun sudah dilakukan himbauan dan peringatan berulang kali namun tetap kesadaran masyarakat disana masih saja rendah.

“Meski ada anggota keluarga covid mereka tidak mau melapor setelah kondisi gawat masyarakat baru mau minta dirawat,” ujar Bupati Amirudin Tamoreka, kepada Rusdy Mastura lewat Jum’at (20/8).

Sementara laporan Bupati Buol, Amirudin Rauf. Dia menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di Buol baru-baru ini sudah terselesaikan dengan baik, dan pemerintah dan unsur Forkopimda akan terus melakukan penanganan untuk mengimbau masyarakat, untuk lebih patuh untuk mengikuti Protkes .

Sementara itu, Bupati Sigi Mohammad Irwan melaporkan, saat ini trend penurunan kasus konfirmasi di kabupaten Sigi sudah mulai kelihatan, dan kabupaten Sigi sudah turun dari zona merah ke zona Orange.

“Semoga kerja keras satgas dan TN , Polri kedepan lebih baik lagi sehingga penurunan kasus terus terjad,” imbuhnya.

Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura mengatakan, semoga penangan Covid terus ditingkatkan, dan terus diambil kebijakan kebijakan strategis.

Dia meminta koordinasi dengan TNI dan Polri. Juga diimbau untuk Kepala Desa, mengambil peran dalam penanganan covid di desa. Kepala Desa bekerja sama dengan Puskesmas membentuk isolasi terpusat dan melakukan pembelian masker.

“Banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Utamanya pakai masker di tempat ramai. Dihimbau kepala desa untuk membeli masker dan dibagi masyarakat,” imbaunya.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan akan memberikan bantuan beras kepada masyarakat. Dinsos Sulteng akan membagikan beras 10 Kg per KK.

“Nanti OPD kabupaten dapat bekerjasama dengan Dinsos untuk mendistribusi bantuan beras tersebut,” imbuhnya.

Rep: Irma