PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memperkuat pembinaan sepak bola usia muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulteng yang mulai digelar tahun ini.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, mengatakan kompetisi kelompok usia harus menjadi bagian dari pembinaan sepak bola secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan sejak usia muda penting untuk menyiapkan pemain berkualitas yang dapat memperkuat tim Sulteng di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Anwar saat membuka Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah di Lapangan PS Gawalise Tipo, Rabu (2/9) sore.
Anwar mengatakan Piala Soeratin tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk membangun fondasi sepak bola Sulawesi Tengah.
“Ini kegiatan penting selain pembinaan lewat BERANI Cup,” ujar Anwar.
Ia berharap pembinaan pemain usia muda dilakukan secara berjenjang melalui kerja sama Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI dengan pemerintah kabupaten di masing-masing wilayah.
Menurutnya, pemain-pemain terbaik dari berbagai wilayah nantinya dapat dipertemukan dan diseleksi untuk mendapatkan talenta potensial yang mampu berkembang hingga tingkat nasional.
“Nanti kita pertemukan tim-tim terbaik dari seluruh wilayah untuk mendapatkan pemain terbaik seperti Witan Sulaeman,” katanya.
Anwar menegaskan Piala Soeratin akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kompetisi tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk membangun prestasi sepak bola Sulawesi Tengah.
Ia optimistis pembinaan yang dilakukan sejak kelompok usia muda dapat melahirkan pemain-pemain berkualitas sekaligus memperbesar peluang Sulteng mencapai target prestasi pada PON 2028.
“Piala Soeratin akan kita lakukan terus menerus,” tegasnya.
Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulteng dijadwalkan mulai bergulir Kamis (3/9).
Untuk kategori U-15, pertandingan dipusatkan di Lapangan Kalavata, Kelurahan Nunu. Sementara kategori U-17 berlangsung di Lapangan PS Gawalise Tipo.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, Pemprov Sulteng berharap kompetisi usia muda tidak hanya melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun kekuatan sepak bola Sulteng menuju PON 2028. *
