Beasiswa untuk Perguruan Tinggi Terkendala Akreditasi, Sakinah Sesalkan Birokrasi yang Berbelit

oleh
Anggota Komisi X DPR RI, Sakinah Aljufri (tengah) saat melakukan pertemuan dengan media, Sabtu (31/10). (FOTO: RIFAY)

PALU – Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah, Sakinah Aljufri, menyesalkan sistem birokrasi yang masih berbelit, khususnya dalam penyaluran bantuan beasiswa kepada perguruan tinggi.

Selain masih mensyaratkan akreditasi kampus dan program studi, tingkat semester calon penerima beasiswa juga masih menjadi kendala.

Hal inilah yang menyebabkan Sulawesi Tengah belum bisa mendapatkan satupun dari lima beasiswa unggulan pemerintah.

Sejauh ini, Sakinah sendiri baru berhasil memperjuangkan jatah beasiswa untuk 450 mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi.

“Nama-nama kita sudah kirimkan. Itupun sekarang masih dalam proses, karena masih terkendala kampus yang akreditasinya masih banyak C,” ungkap Sakinah saat media gathering di salah satu warkop di Kota Palu, Sabtu (31/10).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, saat rapat daring dengan kementerian, ia sudah mengusulkan agar Sulteng bisa diberikan satu saja dari lima beasiswa unggulan.

“Akhirnya Sulteng diberikan satu. Saya dapat satu untuk beasiswa kedokteran dan anaknya memang layak karena cerdas dan orang tuanya kurang mampu,” katanya.

Namun, kata dia, yang bersangkutan ternyata tidak bisa menerima karena kendala akreditasi itu.

“Program studinya memang akreditas B, tapi kampusnya yang C. Tetap tidak boleh,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, didapatlah pengganti dari Untad yang akreditas kampus dan program studinya sama-sama B.

“Tapi terkendala lagi dengan tingat semesternya. Anaknya sudah semester V, sementara pemerintah mensyaratkan harus semester III. Saya juga heran dengan pemerintah, padahal kalau semester V kan tidak lama lagi selesai. Tapi katanya tidak boleh, harus semester III karena akan dibiayai dari awal,” sesalnya.

Menurutnya, hal ini akan menjadi catatan dan semoga bisa didukung oleh rekan-rekannya di komisi X.

“Kalau kita diberikan aspirasi, tolong jangan dipersulit. Kalau sudah memenuhi syarat, jangan lagi diperumit. Birokrasi kita masih sangat kaku, yang Mendikbud katakan birokrasi kita akan dimudahkan, ini sepertinya belum kita temukan,” pungkasnya. (RIFAY)

Iklan-Paramitha