PALU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V di sebuah hotel di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Ahad (10/5). Dalam agenda pemilihan Ketua DPD, nama Anwar Hafid mencuat sebagai kandidat terkuat dan diprediksi kembali menakhodai Partai Demokrat Sulteng untuk periode berikutnya.
Musda yang sempat tertunda selama dua hari dari jadwal awal pada Jumat (8/5) itu tetap berlangsung meriah. Ratusan kader Demokrat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah tampak memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga sore hari, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap jalannya forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut.
Kuatnya dukungan kepada Anwar Hafid terlihat dari proses penjaringan bakal calon Ketua DPD. Dari tiga nama yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya Anwar Hafid yang mengembalikan formulir pencalonan.
Sementara itu, dua kandidat lainnya disebut tidak mampu memenuhi syarat minimal dukungan lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sehingga tidak melanjutkan proses pencalonan.
“Syarat menjadi calon Ketua DPD Partai Demokrat harus mendapat dukungan minimal lima DPC. Kemungkinan dua kandidat lainnya tidak memenuhi syarat itu sehingga tidak mengembalikan formulir,” ujar kader Partai Demokrat Sulteng, Andi Baso Opu, di sela pelaksanaan Musda.
Ia menegaskan, mekanisme pemilihan ketua di tubuh Partai Demokrat dilakukan secara demokratis melalui Musda, bukan berdasarkan penunjukan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Di internal Partai Demokrat tidak mengenal sistem penunjukan ketua. Semua harus melalui proses Musda,” tegasnya.
Salah satu kandidat yang sebelumnya mengambil formulir, Ikbal Khan, juga mengakui dirinya gagal memperoleh dukungan minimal lima DPC sebagai syarat pencalonan.
“Saya tidak mendapatkan dukungan lima DPC sehingga tidak mengembalikan formulir,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Anwar Hafid dipastikan menjadi calon tunggal dan berpeluang besar terpilih secara aklamasi dalam Musda V Demokrat Sulteng.
Menanggapi peluang tersebut, Anwar Hafid memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada peserta Musda.
“Kalau peserta Musda masih menginginkan saya memimpin DPD Partai Demokrat Sulteng, sebagai kader saya siap,” ujarnya.
Di sisi lain, mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng, Talitti Paluge, berharap kepengurusan partai ke depan tetap memberi ruang kaderisasi dan penyegaran struktur organisasi agar partai semakin solid dan berkembang.
“Sekalipun Pak Anwar Hafid tetap menjadi pilihan kader, struktur kepengurusan perlu kaderisasi dan penyegaran agar partai semakin berkembang,” tuturnya.

