DONGGALA – Di Kabupaten Donggala ditemukan adanya penumpukan guru di sekolah tertentu, sementara sekolah lainnya mengalami kekurangan pengajar yang signifikan.

Hal ini menjadi perhatian Ketua Komisi I DPRD Donggala, Muhammad Irvan. Kata dia, ketimpangan ini harus segera ditata agar pelayanan pendidikan menjadi lebih merata.

“Kami minta Dinas Pendidikan Pemuda Olagraga (Dikpora) Donggala melakukan pendataan dan pemetaan ulang agar distribusi guru lebih merata,” katanya, Sabtu (09/05).

Selain persoalan sebaran guru, Irvan juga menyinggung rendahnya serapan anggaran pendidikan tahun 2025 yang hanya berada di kisaran 74 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kinerja manajemen yang kurang optimal dalam mengelola program yang seharusnya menjadi hak dasar masyarakat.

Ia mengatakan, rendahnya serapan anggaran tersebut berdampak langsung pada masyarakat, khususnya sektor pendidikan.

“Artinya, program yang seharusnya dirasakan manfaatnya oleh siswa tidak berjalan maksimal,” ucapnya.

Persoalan data juga dianggap menjadi penghambat utama karena pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di tingkat SD dan SMP masih dinilai lemah.

“Hal ini mengakibatkan pemetaan sarana prasarana sekolah tidak berbasis skala prioritas, sehingga banyak bangunan yang mengalami kerusakan ringan hingga berat belum tertangani secara merata,” pungkasnya. ***