DONGGALA – Anggota DPRD Donggala, Nasir Abdul Fattah, mengaku kecewa dengan mangkirnya pimpinan PT Pelni Cabang Palu dan KSOP dalam rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (12/05).
Nasir menilai, PT Pelni dan KSOP tidak serius dalam menanggapi persoalan operasional kapal penumpang di Pelabuhan Donggala.
“PT Pelni hanya mengutus bawahan. Akhirnya, pertanyaan mendasar belum bisa terjawab dalam RDP kemarin, ” ujar Nasir dihubungi, Rabu (13/05).
RDP tersebut, ungkap Nasir, sedianya dilaksanakan untuk mendengarkan tuntutan masyarakat yang meminta kepastian jadwal pengoperasian kembali kapal penumpang di Pelabuhan Donggala.
“Namun, absennya para pucuk pimpinan membuat agenda utama tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan bagi semua pihak,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kehadiran para pimpinan PT Pelni cabang Palu pada RDP mendatang agar aspirasi rakyat mendapatkan kejelasan.
Hal ini mendesak hal tersebut, karena menurutnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Perhubungan terkait izin bersandar kapal di Donggala sebenarnya sudah lama diterbitkan.
“Kami meminta agar pada RDP berikutnya pimpinan langsung yang hadir. Kita ingin masalah ini segera selesai dan tidak dibiarkan berlarut-larut agar situasi di masyarakat tetap kondusif,” tegasnya. ***

