DONGGALA – Anggota Komisi I DPRD Donggala, Firdaus mengomentari minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Idul Fitri 1447 H lalu.
Diberitakan sebelumnya, kunjungan wisata saat lebaran Idul Fitri 2026 mencapai 25.842 orang. Namun PAD yang dihasilkan hanya sebesar Rp45 juta lebih dari sektor pariwisata.
“Melihat hasil PAD itu, saya menilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan,” katanya, Kamis (23/04).
Anggota dewan Daerah Pemilihan (Dapil) Banawa-Banawa Tengah itu menyayangkan capaian PAD yang tidak sebanding dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
“Jika melihat angka kunjungan wisata ke Donggala lebaran 2026, sangat luar biasa. Namun capaian penerimaan retribusi pariwisata masih jauh dari harapan,” ungkap Firdaus.
Firdaus juga mempertanyakan transparansi pengelolaan retribusi di objek wisata. Ia menduga adanya potensi kebocoran dalam pengelolaan retribusi di lapangan yang belum terkontrol dengan baik.
“Hal ini tentu menjadi tanda tanya kami, bagaimana pengelolaan retribusi di tempat wisata itu, apakah terjadi kebocoran yang sistematis?,” tegasnya.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Firdaus mendorong Komisi II DPRD Donggala untuk menggelar rapat kerja khusus bersama dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, guna mencari solusi. ***

