PALU, MAL – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkintam) Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fatta Yunus, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Program RTLH melalui gerakan BERANI MOSIBAGI.

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan keluarga penerima manfaat Program Bedah Rumah tidak hanya memiliki hunian yang layak, tetapi juga dilengkapi perabotan memadai.

Program BERANI MOSIBAGI diinisiasi sebagai bentuk kepedulian sosial, agar para keluarga penerima manfaat memiliki rumah yang tidak hanya layak huni, tetapi juga dilengkapi dengan perabotan dan perlengkapan rumah tangga yang masih layak digunakan. Bantuan ini menjadi pelengkap penting setelah pembangunan atau renovasi rumah selesai.

“Melalui Program BERANI MOSIBAGI, kami mengajak masyarakat untuk berbagi barang-barang rumah tangga yang masih layak pakai dan berfungsi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Akris kepada media ini, Rabu (15/07).

Akris menjelaskan, bantuan yang sangat diharapkan berupa kasur, sofa, lemari, meja, kursi, hingga berbagai peralatan rumah tangga lainnya yang masih dalam kondisi baik. Inisiatif ini memudahkan penerima bantuan untuk segera menempati dan merasakan kenyamanan rumah baru mereka.

“Ketika rumah-rumah mereka selesai dibangun atau direnovasi, tentu mereka juga membutuhkan isi rumah. Karena itu kami mengajak masyarakat yang memiliki perabotan berlebih atau sudah tidak digunakan lagi untuk berkenan mosibagi atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Akris, Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2026 memperoleh kuota 5.977 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari Program Nasional Pembangunan Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi isu rumah tidak layak huni.

“Hasil rapat bersama kementerian terkait juga mendorong percepatan penginputan data By Name By Address (BNBA) RTLH ke dalam aplikasi MyPKP agar target pembangunan 5.977 unit rumah di Sulawesi Tengah tahun 2026 dapat terpenuhi,” jelasnya, menekankan pentingnya akurasi data untuk keberhasilan Program RTLH.

Akris menambahkan, program peningkatan kualitas rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BERANI Sejahtera, khususnya BERANI Bedah Rumah. Sinergi ini memperkuat upaya daerah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan kualitas hunian.

Fokus utama Program RTLH ini adalah mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin yang masuk dalam kategori Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Program BERANI Bedah Rumah tidak hanya menghadirkan hunian yang layak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tengah,” tutup mantan Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah ini. ***