MOROWALI, MAL — PT Vale Indonesia Tbk memfasilitasi proses Sertifikasi Halal UMKM Morowali guna memperkuat legalitas usaha dan memperluas akses pasar produk lokal di wilayah pemberdayaan perusahaan pada 23/10.

Inisiatif ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Komunitas UMKM Morowali dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Center Universitas Tadulako.

Kegiatan ini menyasar pelaku usaha yang tergabung dalam program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Herbal. Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Melalui pendampingan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai standar kehalalan serta bantuan administratif dalam pengajuan sertifikat. Hal ini diharapkan mampu menjawab kendala legalitas yang selama ini sering menghambat produk lokal menembus pasar ritel yang lebih luas.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing produknya melalui pemenuhan aspek legalitas yang dibutuhkan pasar. Sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang,” ujar Endra Kusuma, Head of External Regional & Growth Vale Indonesia.

Dukungan senada juga disampaikan oleh pihak pemerintah kecamatan yang menilai pendampingan Sertifikasi Halal UMKM sebagai instrumen penting bagi kemandirian ekonomi. Penguatan kapasitas ini dianggap sebagai solusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

“Kami mengapresiasi dukungan Vale Indonesia yang terus mendampingi pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan. Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha masyarakat sehingga mampu berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan,” kata Zaenab Arsan, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bungku Timur.

Rangkaian fasilitasi ini mencakup sosialisasi, penelusuran data usaha, hingga verifikasi lapangan oleh tim ahli untuk memastikan kesesuaian proses produksi. ***