CALIFORNIA, MAL — OpenAI secara resmi mengumumkan tiga temuan ilmiah baru yang dihasilkan oleh model kecerdasan buatan miliknya, mencakup terobosan besar dalam bidang matematika, ilmu komputer, dan fisika.
Melalui pengumuman pada Senin (26/10), perusahaan tersebut menyatakan bahwa temuan ilmiah OpenAI ini melibatkan analisis harmonik, teori kompleksitas, hingga teori medan kuantum yang selama ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti manusia.
Temuan yang paling mengejutkan adalah pembuktian yang menyangkal Exponential Time Hypothesis (ETH) dalam teori kompleksitas ilmu komputer. OpenAI mengklaim modelnya berhasil mematahkan konjektur yang telah diyakini kebenarannya sejak tahun 1999 tersebut, kemudian memformalkan hasilnya menggunakan bahasa pemrograman Lean pada pertengahan Oktober 2026.
Di bidang matematika, kecerdasan buatan tersebut diklaim telah membuktikan konjektur local smoothing dalam analisis harmonik yang diusulkan sejak 1991. Sementara itu, di bidang fisika, riset ini menawarkan bukti matematis bagi keberadaan teori medan kuantum berinteraksi dalam empat dimensi, termasuk Quantum Chromodynamics (QCD).
“Kami mengumumkan tiga penemuan baru dalam matematika, ilmu komputer, dan fisika mengenai analisis harmonik, teori kompleksitas, dan teori medan kuantum,” tulis manajemen OpenAI dalam laman resmi perusahaan.
Meskipun ambisius, pihak pengembang menegaskan bahwa hasil ini masih berupa data riset mentah atau raw research data. Perusahaan kini mengundang komunitas akademik internasional untuk bertindak sebagai fasilitator guna memverifikasi dan mengembangkan temuan ilmiah OpenAI tersebut menjadi pemahaman sains yang utuh dan teruji.
“Untuk mengubah data riset mentah ini menjadi pemahaman ilmiah, dalam rilis ini kami bereksperimen dengan pendekatan baru. Kami menghubungi pakar eksternal dan meminta mereka bertindak sebagai fasilitator,” ujar Dan Roberts, Pemimpin Tim Frontiers OpenAI.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menunjukkan potensi besar model AI dalam menghasilkan pengetahuan ilmiah dasar yang baru. Sebelumnya, pada awal Oktober 2026, mereka juga telah mempublikasikan ratusan manuskrip matematika hasil generatif AI untuk ditelaah lebih lanjut oleh para pakar di seluruh dunia melalui proses peer review.
