PARIMO, MAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bersama tim gabungan memperkuat upaya penanganan bencana dengan menormalisasi sungai, memasang geobag, menyalurkan air bersih, hingga memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, Jumat (16/10).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir, membantu masyarakat yang kesulitan air bersih akibat kekeringan, serta mencegah meluasnya kebakaran lahan.

“Di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, BPBD melanjutkan normalisasi sungai sekaligus memasang 100 buah geobag untuk memperkuat tanggul,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pekerjaan ini difokuskan pada upaya memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan sungai akibat sedimentasi maupun penumpukan material.

Penguatan tanggul tersebut diharapkan dapat menekan potensi banjir yang mengancam permukiman warga, terutama ketika terjadi peningkatan debit air sungai.

Di wilayah utara Parimo, tim gabungan masih mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Kegiatan ini melibatkan BPBD Parimo, BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah, PMI Parimo, Satpol PP kecamatan, aparat desa, serta personel TNI dari Yonif TP 918/MM dan Polri.

“Pelayanan air bersih dipusatkan pada dua posko, yakni di Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Bolano. Posko Mepanga melayani satu desa, sedangkan posko Bolano menjangkau empat desa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih,”jelasnya.

Distribusi tersebut menjadi salah satu langkah penanganan darurat selama kekeringan masih berlangsung. Keterlibatan lintas instansi diharapkan membantu memperluas jangkauan pelayanan kepada warga yang membutuhkan pasokan air.

Selain banjir dan kekeringan, tim gabungan juga menangani kebakaran lahan di sejumlah lokasi. Kebakaran yang terjadi di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, pada Selasa (13/10), berhasil ditangani oleh personel Yonif TP 918/MM.

Penanganan serupa dilakukan terhadap kebakaran lahan di Desa Kayu Jati, Kecamatan Ongka Malino, Rabu (14/10). Pemadaman melibatkan personel Yonif TP 918/MM, Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Satpol PP kecamatan, aparat desa, dan masyarakat setempat.

Ia menegaskan, penanganan berbagai kejadian tersebut membutuhkan koordinasi dan keterlibatan seluruh unsur terkait agar dampak bencana dapat ditekan. “BPBD bersama tim gabungan terus melakukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan, baik untuk mengurangi risiko banjir, memenuhi kebutuhan air bersih, maupun mengatasi karhutla,” pungkasnya.