PARIMO, MAL – Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri mengajak masyarakat Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, bersama-sama menghidupkan kembali Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat sebagai tempat pendidikan agama bagi generasi muda.
Ajakan itu disampaikan Habib Alwi saat mengaktifkan kembali MDA Alkhairaat Tombi, Ahad (04/10). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Kepala MDA Alkhairaat Tombi, Ustad Iwan.
MDA Alkhairaat Tombi sebelumnya sempat lama terhenti. Madrasah tersebut kembali diaktifkan atas dorongan Komda Alkhairaat Parimo, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Habib Alwi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Komda Alkhairaat Parimo, pemerintah desa, serta masyarakat Tombi yang dinilainya memiliki kepedulian terhadap pendidikan agama bagi generasi mendatang.
Ia kemudian mengutip Surah Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi masyarakat yang beriman dan bertakwa.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) Kami akan menurunkan bencana padanya.”
Menurut Habib Alwi, keberadaan madrasah di tengah masyarakat bukan semata sebagai tempat belajar agama, tetapi diharapkan membentuk kehidupan masyarakat melalui generasi yang memiliki iman, ketakwaan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Hadirnya madrasah Alkhairaat ditengah – tengah masyarakat tidak lain agar masyarakat itu hidupnya tertata, terpola, dan terjaga. Madrasah ini nanti akan melahirkan orang-orang yang beriman dan bertakwa, dengan demikian nanti masyarakat kita akan berubah, akan menjadi masyarakat yang baldatun, thayibun, warabbun, ghafur.”
Ia mengatakan pendidikan agama juga penting agar anak-anak memahami kewajiban mereka terhadap diri sendiri maupun orang lain.
“Madrasah ini akan melahirkan anak-anak yang peduli, yang mengerti apa kewajiban mereka, baik untuk dirinya, untuk sesama karena pendidikan agama telah dipelajarinya,” ujar Habib Alwi.
Selain pembentukan akhlak, Habib Alwi menekankan pentingnya ilmu sebagai dasar dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, ibadah harus dilakukan berdasarkan pengetahuan dan tata cara yang benar.
“Madrasah ini lanjutnya akan lahir anak-anak yang mengerti bagaimana pola ibadah yang benar. Lewat ilmu yang di dapatnya, sebab ilmu itu adalah imam, ibadah itu makmum. Jadi bila ibadah tidak didasari oleh ilmu, ibadah itu batil, jadi ibadah itu harus ada ilmunya.”
Ia kemudian mengibaratkan MDA sebagai sawah yang menghasilkan ilmu agama, sementara masjid menjadi lumbung tempat ilmu dan amal itu tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau ibadah tidak ada ilmunya, tidak ada caranya, itu batil. Ilmunya itu harus di depan. Ilmu itu imam, ibadah itu mengikuti imam. Madrasah ibarat sawah dan lumbung padinya itu adalah mesjid yang ada di depan MDA Alkhairaat saat ini. Lantas bagaimana lumbung padi ini bisa terisi penuh bila sawahnya tidak di tanami?”
Karena itu, ia mengajak masyarakat Tombi dan sekitarnya memberikan perhatian terhadap keberlangsungan MDA Alkhairaat dengan mendorong anak-anak mengikuti pendidikan agama.
“Olehnya mari ajak anak – anak kita untuk bersekolah yang memiliki pendidikan agama, hadirnya MDA Alkhairaat ini akan membawa kebaikan bagi kita, olehnya bentuk kepedulian kita akan menjadi kebaikan bagi generasi masa khususnya di Desa Tombi dan sekitarnya,” harap Habib Alwi.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pendidikan PB Alkhairaat Ustad Abdurahman Rumi melantik Kepala MDA Alkhairaat Tombi, Ustad Iwan. Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan buku ajar serta sejumlah alat tulis kantor (ATK) dari Banaat Alkhairaat.
