PALU, MAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berkomitmen mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 melalui penguatan koordinasi dan pengawalan pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan saat Pemerintah Kota Palu mengikuti rapat bersama Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri yang membahas pengawalan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Rapat dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Sekretaris Kota Palu, Selasa (15/9).
Pemerintah Kota Palu diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Bappeda dan BPKAD Kota Palu.
Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad R. Balombo, mengatakan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan dukungan seluruh tingkatan pemerintahan.
“Arahan Bapak Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah pusat. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota melalui langkah-langkah nyata dalam mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.
Untuk memperkuat koordinasi, Kemendagri meminta pemerintah daerah segera membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
Pembentukan tim tersebut mengacu pada Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 500/6464/SJ Tahun 2026. Tim dipimpin sekretaris daerah sebagai ketua dan kepala Bappeda sebagai sekretaris, dengan melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, dan Bank Indonesia.
“Tim ini memiliki tugas melakukan pemantauan, pengawalan, dan pelaporan terhadap pelaksanaan percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga berbagai program strategis dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata La Ode.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN 2025–2029 yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
La Ode menambahkan, Presiden menekankan pentingnya perencanaan yang realistis yang diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Kota Palu pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,96 persen secara year-on-year (y-on-y). Angka tersebut melampaui target pertumbuhan ekonomi Kota Palu tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 5,27 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemerintah Kota Palu untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ***
