PALU, MAL – Puluhan jurnalis di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap lima pewarta yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten, Senin (7/9) malam.

Doa bersama yang digelar di Taman Nasional Kota Palu tersebut dipimpin Ustaz Idhan S. Komi. Para jurnalis berharap lima pewarta yang hingga hari ketujuh pencarian belum diketahui keberadaannya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Muhammad Rifki, mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus harapan bagi para pewarta yang tengah dalam pencarian.

“Sudah satu pekan berlalu, tetapi berdasarkan informasi terbaru dari teman-teman PFI Pusat, belum ada informasi terkini mengenai keberadaan kawan-kawan kita yang melakukan peliputan di GAK,” katanya.

Ia mengatakan PFI Pusat telah meminta agar proses pencarian tetap dilanjutkan. Karena itu, para jurnalis di Palu berharap operasi pencarian yang dilakukan tim SAR dapat membuahkan hasil.

Doa juga ditujukan bagi kelancaran tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh unsur SAR yang masih melakukan pencarian, termasuk terhadap jurnalis LKBN ANTARA, Bagus Khoirunnas.

Kegiatan tersebut diikuti jurnalis yang tergabung dalam PFI Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah.

Selain doa bersama dan menyalakan lilin, para jurnalis juga menuliskan pesan serta harapan di atas kain putih berukuran besar. Pesan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi keluarga lima jurnalis yang hilang kontak serta seluruh tim yang masih melakukan pencarian.

Kepala LKBN ANTARA Biro Sulawesi Tengah, Muhammad Zulfikar, mengatakan ANTARA berkomitmen penuh mendukung proses pencarian lima jurnalis tersebut.

“Dari awal, ANTARA sebagai kantor berita memaksimalkan koordinasi dengan Basarnas, Polda Banten, termasuk keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan. Beberapa langkah yang sudah dilakukan ANTARA, antara lain ikut langsung turun ke lapangan dalam pencarian bersama Basarnas. Bahkan, tadi Direktur Utama Pemberitaan ANTARA juga ikut langsung mencari keberadaan mereka,” katanya.

Menurut dia, lima jurnalis bersama tiga anak buah kapal (ABK) yang berada dalam satu kapal saat menjalankan tugas peliputan hingga kini belum ditemukan.

PFI Palu juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas keputusan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan.

Perpanjangan masa pencarian tersebut dinilai menunjukkan komitmen Basarnas bersama seluruh unsur potensi SAR untuk terus melakukan upaya pencarian di tengah tantangan cuaca dan kondisi laut yang dinamis.

Para jurnalis di Palu berharap seluruh upaya pencarian membuahkan hasil dan lima pewarta bersama tiga ABK segera ditemukan dalam keadaan selamat.