PALU, MAL – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama ratusan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Sabtu (5/9), sebagai ikhtiar bersama menghadapi kemarau yang cukup panjang.
Dengan penuh kekhusyukan, masyarakat bersama Pemerintah Kota Palu memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan curahan hujan, keberkahan, serta kondisi alam yang lebih baik.
Hadianto mengatakan, kondisi cuaca saat ini menunjukkan panas dan kemarau yang cukup panjang.
Dalam kajian meteorologi, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino.
“Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita menghadapi kondisi panas, kemarau yang cukup panjang. Dalam dunia meteorologi disebut sebagai masa El Nino,” ujarnya.
Menurut Hadianto, pelaksanaan Salat Istisqa bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyadarkan manusia mengenai batas kemampuan yang dimiliki serta kebutuhan terhadap pertolongan Allah SWT.
“Salat Istisqa ini adalah salat yang memang disunahkan pelaksanaannya ketika masyarakat merasa kondisi alam, khususnya ketika terjadi kemarau yang dianggap cukup meresahkan. Maka salat ini disunahkan untuk dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menuturkan, kondisi alam yang dihadapi saat ini hendaknya menjadi pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai ikhtiar, kata dia, harus senantiasa disertai doa dan kepasrahan kepada Sang Pencipta.
“Ini adalah wujud di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyayangi kita. Allah mengingatkan kepada kita untuk selalu mengetahui dan mengingat kedudukan kita, kemampuan kita, dan batasan-batasan yang kita miliki,” ujarnya.
“Oleh karenanya, kita diperintahkan untuk bermunajat, berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan hari ini kita bersama-sama melakukan itu,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hadianto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas pelaksanaan Salat Istisqa, khususnya mantan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura bersama Dato’ Lamarauna.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang hadir. Menurut Hadianto, antusiasme masyarakat untuk bersama-sama bermunajat menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau.
Hadianto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan tersebut. Informasi mengenai pelaksanaan Salat Istisqa, kata dia, baru disampaikan sekitar satu hari sebelum kegiatan.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena pelaksanaan ini tersampaikan baru sekitar satu hari. Sehingga tidak cukup bagi masyarakat luas untuk mengetahui dan diundang atau terundang pada pagi hari ini,” jelasnya. ***
