MOROWALI, MAL – Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku menetapkan kepengurusan baru untuk periode lima tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Morowali mendorong kepengurusan tersebut memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai budaya dan kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, saat menghadiri penutupan Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku di Hotel Grand Safanah, Rabu (2/9).

Iriane menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah melaksanakan musyawarah selama empat hari hingga menghasilkan sejumlah keputusan untuk keberlangsungan organisasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah melaksanakan musyawarah daerah ini dengan baik,” ujar Iriane.

Menurutnya, hasil musyawarah tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperkokoh keberadaan lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Morowali.

Iriane mengatakan Pemerintah Kabupaten Morowali memandang lembaga dan komunitas adat sebagai mitra penting pemerintah daerah, terutama dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persatuan masyarakat, serta membangun karakter generasi muda.

“Semoga kepengurusan yang mendapat amanah nantinya mampu membawa Pebotoa Adati Tobungku semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Morowali,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Tobungku mengatakan musyawarah yang berlangsung selama empat hari tersebut membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama sejarah, budaya, dan upaya pelestarian adat di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.

Selain membahas berbagai persoalan adat, musyawarah juga menetapkan kepengurusan baru yang akan menjalankan tugas selama lima tahun ke depan.

Kepengurusan tersebut diharapkan dapat bekerja secara solid dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Tobungku.

Ketua Panitia Musyawarah Adat II, Arisandi, mengatakan seluruh rangkaian musyawarah telah menghasilkan sejumlah keputusan yang diharapkan menjadi pijakan dalam pengembangan adat dan sejarah Tobungku.

“Seluruh hasil musyawarah ini diharapkan dapat menjadi pijakan bersama untuk memajukan adat dan sejarah Tobungku,” ujarnya.

Penutupan Musyawarah Adat II tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Morowali, pengurus Dewan Adat Tobungku, serta tamu undangan lainnya.***