PALU — Tim domino Nosarara United berhasil menjuarai Turnamen Domino Beregu atau terdiri 3 pasang pemain, yang diselenggarakan Gardu Balak Kosong pada 28–30 Agustus 2026.

Pada partai final, Nosarara United yang diperkuat mantan pemain Prodeo, Muazin atau akrab dipanggil Pombewe, mengalahkan Inpres Squad dengan skor 3–1. Atas kemenangan tersebut, Nosarara United berhak menerima dana pembinaan sebesar Rp8 juta.

Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-2 Gardu Balak Kosong itu diikuti 64 tim dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Ketua Nosarara United, Hi. Anggri Juliansyah, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari kekompakan dan konsistensi para pemain dalam mengikuti berbagai turnamen.
Capaian itu sekaligus menambah deretan prestasi yang diraih pemain Komunitas Domino Nosarara dalam sejumlah turnamen sebelumnya.

Pada Turnamen Domino Pasangan yang digelar Komunitas RT/RW Huntap Tondo pada 11–13 Agustus 2026, empat pasangan pemain Nosarara United berhasil menempati empat besar.

Selanjutnya, pasangan Acun/Reza berhasil menembus babak delapan besar Turnamen Pasangan Gubernur Cup yang diikuti 512 pasangan. Turnamen tersebut diselenggarakan Komunitas Domino Sulawesi Tengah pada 17–20 Agustus 2026.

Prestasi kembali diraih pada Turnamen Domino Kategori Pasangan STIA Expo yang digelar dalam rangka ulang tahun STIA Panca Marga pada 26–28 Agustus 2026 di Kompleks STIA, Jalan Dayodara, Palu. Pasangan Anto/Nanda berhasil keluar sebagai juara.

Pembina Komunitas Domino Nosarara, Harun, mengapresiasi capaian para pemain Nosarara United.

Menurutnya, rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa Nosarara mulai memiliki tradisi kompetisi yang baik.

“Kami tentu bersyukur dan bangga atas capaian para pemain. Namun, bagi kami, kemenangan bukan semata-mata soal trofi. Yang lebih penting adalah bagaimana prestasi tersebut lahir dari proses, kekompakan, disiplin, dan sportivitas,” ujar Harun.

Ia mengatakan Nosarara ke depan tidak ingin hanya dikenal karena banyak memenangkan turnamen, tetapi juga sebagai komunitas yang mampu membangun persaudaraan, sportivitas, dan pembinaan pemain.

“Kami ingin para pemain Nosarara tetap rendah hati ketika menang dan tetap menghargai lawan ketika bertanding. Setiap kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, bukan alasan untuk merasa lebih baik dari pemain lain,” katanya.

Menurut Harun, domino memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan sebagai olahraga yang dapat mempererat silaturahmi sekaligus melahirkan prestasi.

“Karena itu, kami akan terus mendorong pemain-pemain Nosarara untuk aktif mengikuti kompetisi. Harapannya, dari proses tersebut akan lahir semakin banyak pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan sportivitas,” tutupnya.**