PALU, MAL – Sulawesi Tengah resmi mencatat sejarah baru di sektor transportasi udara. Untuk pertama kalinya, penerbangan internasional langsung dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu menuju Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, resmi beroperasi melalui penerbangan charter Garuda Indonesia, Kamis (6/8).

Penerbangan perdana tersebut menjadi tonggak awal beroperasinya kembali Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sebagai bandara internasional setelah status itu ditetapkan pemerintah pada 2025. Kehadiran rute Palu–Guangzhou juga membuka akses langsung Sulawesi Tengah ke salah satu pusat perdagangan dan industri terbesar di Asia.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut momen tersebut sebagai pencapaian bersejarah yang lahir dari proses panjang.

“Ini adalah sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Melalui kerja sama semua pihak, malam ini kita berhasil membuka penerbangan internasional pertama dari Palu,” ujar Anwar.

Ia mengungkapkan, gagasan menghadirkan penerbangan internasional sudah lama menjadi impiannya. Setelah sebelumnya berhasil mewujudkan konektivitas udara saat memimpin Morowali, kini harapan serupa akhirnya terwujud di tingkat provinsi.

Menurut Anwar, rute Palu–Guangzhou bukan sekadar menambah jalur penerbangan, tetapi menjadi pintu masuk bagi perluasan investasi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga kerja sama internasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sendiri telah menjalin kerja sama Sister Province dengan Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok. Kedua daerah tersebut disebut menyambut positif pembukaan penerbangan langsung menuju Palu.

“Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” kata Anwar.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar.

Menurutnya, Guangzhou merupakan pusat perdagangan, industri, dan logistik utama di Asia. Konektivitas langsung dengan Palu diyakini akan mempercepat mobilitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong arus investasi dan kunjungan wisata.

Kami ingin menghadirkan konektivitas yang membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pembukaan lebih banyak rute internasional. Dalam waktu dekat, China Southern Airlines dijadwalkan melayani penerbangan langsung Guangzhou–Palu. Sejumlah maskapai juga tengah menjajaki pembukaan rute menuju Malaysia dan India.

Selain memperluas jaringan penerbangan, pemerintah daerah juga mempercepat pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, termasuk perpanjangan landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan lebar sekaligus mendukung rencana embarkasi haji.

Pembukaan rute Palu–Guangzhou dinilai menjadi langkah strategis yang menandai semakin terbukanya Sulawesi Tengah terhadap pasar global serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.**