PARIGI MOUTONG, MAL – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat.
LMND melihat program ini sebagai investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan memutus rantai kemiskinan di daerah tersebut.
Menurut Mohammad Aril, anggota LMND Sulteng, Program Sekolah Rakyat lebih dari sekadar pembangunan fisik lembaga pendidikan.
Hal ini dinilai merupakan inisiatif progresif yang menjadikan pendidikan sebagai alat utama transformasi sosial, membentuk SDM unggul, kritis, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia berpandangan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kemampuan menciptakan masyarakat terdidik, produktif, dan berkesadaran sosial.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat dianggap investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan Kabupaten Parigi Moutong.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, LMND menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Program Sekolah Rakyat menjadi jawaban konkret untuk kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan.
“Kami memandang Program Sekolah Rakyat sebagai kebijakan progresif yang berpihak kepada rakyat. Pendidikan adalah jalan pembebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan ketimpangan sosial,” katanya.
LMND Sulawesi Tengah juga mengapresiasi Bupati Parigi Moutong atas usahanya memperjuangkan hadirnya program ini.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah pusat, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting agar program ini mencapai tujuannya.
Sebagai organisasi mahasiswa, LMND Sulawesi Tengah menegaskan kesiapannya mengawal seluruh proses pelaksanaan program ini.
Pengawalan ini meliputi tahap perencanaan, realisasi, hingga pengawasan, guna memastikan program tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Bersama Bupati Parigi Moutong, kami akan terus mengawal Program Sekolah Rakyat sebagai ikhtiar membangun masa depan daerah. Pendidikan berkualitas adalah hak setiap warga negara, bukan hak istimewa segelintir orang,” lanjut dia.
Kata dia, dari ruang-ruang belajar inilah akan lahir generasi yang mampu membawa Parigi Moutong menuju kemajuan berkeadilan.
LMND Sulawesi Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mendukung program ini sebagai gerakan bersama.
“Pembangunan SDM harus menjadi agenda utama daerah, sebab rakyat yang cerdas dan terdidik adalah kunci mewujudkan Parigi Moutong yang maju, mandiri, dan berkeadilan sosial,” pungkasnya. ***
