MOROWALI, MAL – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, terus menjadi motor penggerak perekonomian regional dengan capaian penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Jumlah karyawan di kawasan IMIP telah meningkat tajam, mencapai 97.427 orang pada Juli 2026. Angka ini mencerminkan ekspansi investasi dan peningkatan kapasitas produksi di kawasan industri tersebut.
Data Departemen HR PT IMIP per Juli 2026 menunjukkan 97.427 tenaga kerja aktif, terdiri dari 89.335 laki-laki dan 8.092 perempuan. Selain itu, sekitar 20.000 tenaga kerja alih daya juga bekerja di perusahaan kontraktor dan jasa pendukung. Total serapan tenaga kerja yang besar ini melonjak drastis dari 35.592 orang pada tahun 2020.
“Pertumbuhan industri di Morowali, khususnya di IMIP, menorehkan perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026, serapan tenaga kerja naik 13,53 persen,” kata Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT IMIP.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angkatan kerja formal di Sulawesi Tengah meningkat konsisten. Dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023, jumlahnya menjadi 500,1 ribu pada 2024, dan terus naik menjadi 525,8 ribu orang pada Agustus 2025. Sektor formal semakin mendominasi struktur ketenagakerjaan provinsi ini.
Kawasan IMIP berperan penting dalam transformasi ketenagakerjaan Sulawesi Tengah. Selain menjadi pusat industri pengolahan nasional, IMIP menciptakan lapangan kerja yang meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Emilia Bassar menjelaskan, industri pengolahan menggeser pola ketenagakerjaan di Sulteng yang sebelumnya didominasi sektor pertanian dan perikanan.
Kontribusi tenaga kerja IMIP terhadap total buruh atau karyawan di Sulteng terus meningkat, dari 1,23 persen pada 2023 menjadi 1,74 persen pada 2024, dan 1,3 persen pada 2025.
Dokumen Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah 2025 dari BPS mengonfirmasi, IMIP sebagai kontributor utama lapangan kerja formal di Sulteng.
Sektor industri pengolahan di kawasan IMIP mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah, mencapai 15,09 persen pada triwulan I 2026. PDRB Sulteng atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun pada periode yang sama, dengan PDRB per kapita Kabupaten Morowali menyentuh Rp1,3 miliar pada 2024.
Pertumbuhan IMIP juga memicu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP menemukan bahwa UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025.
Meskipun jumlah unit usaha sedikit menurun menjadi 7.190 pada April 2026, penyerapan tenaga kerja justru naik menjadi 17.080 orang.
“Penguatan kualitas SDM menjadi fokus utama perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri. Ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi,” kata Emilia Bassar.
IMIP menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi pendidikan, seperti Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (bidang metalurgi), serta Universitas Tadulako (Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin).
Kerja sama ini mencakup beasiswa, magang, dan program Praktisi Mengajar. Program-program ini diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. ***

